Comscore Tracker

Panja DPR Pertanyakan soal Valuasi GOTO, Rugi atau Untung?

DPR pastikan saham GOTO ini bagus untuk investasi atau tidak

Jakarta, IDN Times - Rapat Panja Komisi VI DPR RI tentang investasi BUMN di perusahaan digital menjadi ajang diskusi valuasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Sejumlah anggota panja bertanya kinerja saham GOTO. Dari mulai harga wajar saat ini dan proyeksi ke depan.

“Jadi, menurut anda, saham GOTO ini bagus untuk investasi atau tidak? Kan GOTO masih rugi?,” tanya Evita Nursanty, anggota panja Komisi VI dari Fraksi PDIP kepada Edwin Sebayang, Kepala Riset MNC Sekuritas yang diundang ke Forum Panja, Rabu (29/6/2022).

Baca Juga: Masih Tekor di 2021, GoTo Pakai Strategi Ini buat Serok Cuan

1. DPR mempertanyakan metode valuasi yang digunakan dalam menyusun forecast saham GOTO

Panja DPR Pertanyakan soal Valuasi GOTO, Rugi atau Untung?PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi IPO di BEI pada Senin (11/4/2022). (dok. GoTo)

Anggota panja lainnya dari Fraksi PDIP, Harris Turino, mempertanyakan metode valuasi yang digunakan Edwin Sebayang dalam menyusun forecast.

“Jika forecast anda benar, artinya kapitalisasi pasar GOTO bisa mencapai lebih dari Rp560 triliun. Apakah masuk akal? Wahh, berarti kita harus beli saham GOTO dari sekarang dong,” katanya yang disambut gelak tawa anggota lainnya.

Menyambut pernyataan koleganya itu, Evita menegaskan investasi Telkomsel ke GOTO adalah keputusan yang tepat, menguntungkan dan bernilai strategis.

“Jadi, kita harus dukung keputusan investasi ini,” katanya.

Baca Juga: Profil Kevin Aluwi, CEO Gojek yang Jadi Komisaris GoTo

2. Setiap sekuritas punya cara melakukan valuasi

Panja DPR Pertanyakan soal Valuasi GOTO, Rugi atau Untung?CEO Grup GoTo dan CEO GoTo Financial, Andre Soelistyo (dok. Tangakapan layar)

Diberondong pertanyaan soal valuasi, Edwin menjelaskan beberapa metode. Mulai dari harga dibanding transaksi bruto (GTV), rasio price book value (PBV) hingga menghitung potensi bisnis ke depan.

“Setiap sekuritas punya cara melakukan valuasi. Kami di MNC Sekuritas menghitung harga wajar saham GOTO di Rp500. Jadi masih punya upside cukup besar ke depannya. Jadi, ini investasi yang bagus,” kata Edwin di hadapan forum Panja Komisi VI.

3. Pergerakan harga saham seperti GOTO dipengaruhi banyak faktor

Panja DPR Pertanyakan soal Valuasi GOTO, Rugi atau Untung?Infografis Harga Saham GoTo (IDN Times/Aditya Pratama)

Edwin menjelaskan pergerakan harga saham seperti GOTO dipengaruhi banyak faktor. Target harga Rp500 bisa jadi akan tercapai dalam waktu dekat, akhir tahun atau bisa juga tidak tercapai.

“Yang mesti kita ingat, ada faktor x yang bisa mengubah keadaan dan proyeksi. Misalnya suku bunga the Fed, inflasi tinggi di negara maju dan perang Ukraina,” kata Edwin.

4. GOTO diinilai perusahaan dengan business plan yang sangat jelas untuk menuju profit

Panja DPR Pertanyakan soal Valuasi GOTO, Rugi atau Untung?CEO Grup GoTo, Andre Soelistyo dalam IPO GoTo pada Senin (11/4/2022). (dok. GoTo)

Dikatakan Edwin, tanpa memperhitungkan faktor eksternal itu, harga wajar GOTO adalah Rp500. Kapan tercapainya, bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal.

“GOTO adalah perusahaan menarik dengan business plan yang sangat jelas untuk menuju profit. Investor melihat kekuatan Gojek, Tokopedia dan Gopay sebagai alasan untuk berinvetasi di perusahaan ini,” kata Edwin.

5. Investor asing banyak berinvestasi di GoTo bahkan sampai mendominasi

Panja DPR Pertanyakan soal Valuasi GOTO, Rugi atau Untung?IDN Times/Istimewa

Menurut Edwin, investasi Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopeda tidak perlu dicari-cari permasalahan. Pasalnya, investor asing pun banyak berinvestasi di GoTo bahkan sampai mendominasi.

Dia menjabarkan ada empat alasan mengapa startup merah putih seperti Gojek dan Tokopedia menjadi incaran investor asing. Pertama, potensi ekonomi digital Indonesia yang sangat besar. Kedua, adanya pertumbuhan perusahaan startup yang cepat dan mempunyai potensi bisnis berkelanjutan.

"Apalagi ekonomi digital dipercaya merupakan bisnis masa depan," ujarnya.

Baca Juga: Kerugian GoTo Naik Jadi Rp6,6 Triliun, Apa Penyebabnya?

6. Ada peluang sinergi dan kolaborasi yang saling menguntungkan

Panja DPR Pertanyakan soal Valuasi GOTO, Rugi atau Untung?Gojek dan Tokopedia resmi merger dengan membentuk Grup GoTo. (dok. Gojek)

Ketiga, lanjut Edwin, adanya potensi jangka panjang mendapatkan keuntungan besar, baik dari sisi pendapatan maupun valuasi perusahaan. Hal ini berkaca pada pengalaman startup digital di luar negeri.

"Keempat, ada peluang sinergi dan kolaborasi yang saling menguntungkan, menghasilkan sumber pendapatan baru dengan memanfaatkan aset dari investor dan perusahaan startup," ucapnya.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya