Comscore Tracker

5 Tips Ampuh Tingkatkan Penjualan Melalui Live Streaming

Pentingnya meningkatkan brand awareness dan penjualan produk

Jakarta, IDN Times - Siarang langsung atau live streaming kini menjadi salah satu strategi pemasaran untuk menjual produk dengan cara yang lebih interaktif, unik, informatif, dan sekaligus menghibur para calon pembeli. Penggabungan pengalaman belanja dengan hiburan ini atau yang dikenal dengan sebutan shoppertainment sudah menjadi tren yang semakin berkembang sebagai salah satu bentuk promosi bagi para penjual di e-commerce.

Kegiatan promosi ini bisa dilakukan di sejumlah platform yang menyediakan layanan live streaming, salah satunya di Lazada melalui kanal LazLive.

General Manager Business UniPin, Poeti Fatima, mengatakan bahwa pihaknya merupakan salah satu platform yang memanfaatkan layanan live streaming Lazada untuk promosi.

Poeti menuturkan bahwa UniPin berhasil mencatatkan peningkatan penjualan lebih dari 50 persen dengan menjadikan live streaming di LazLive sebagai salah satu kanal promosinya.

Sebagai salah satu penjual yang berhasil mengimplementasikan live streaming dalam strategi penjualannya, UniPin membagikan berbagai tips agar para penjual juga bisa memanfaatkan layanan live streaming sebagai salah satu cara meraih hati konsumen. Yuk simak!

Baca Juga: 5 Tips Meningkatkan Omzet bagi Usaha Kecil, Pelaku UMKM mesti Nyimak!

1. Kenali target pasar agar bisa membuat konten live streaming yang menarik

Poeti menjelaskan penjual harus mengetahui dan mengenali karakter dari penonton atau target konsumen agar bisa mengemas konten yang menarik.

Konten yang menarik adalah konten yang relevan dengan target konsumen dan produk yang dijual. Di Lazada misalnya, penjual bisa dengan mudah mendapatkan data dan insight terkait target konsumen. Fitur tersebut adalah dashboard khusus penjual di Seller Center yang menawarkan berbagai data dan insight.

Selain itu, fitur Bisnis Analis yang ada di dalam Seller Center juga memberikan analisis mendalam atas setiap produk yang dijual di toko penjual, sehingga penjual bisa menentukan strategi yang spesifik atas masing-masing produk.

Poeti mengatakan, target konsumen dari UniPin adalah gamer, maka UniPin harus membuat konsep yang sesuai dengan keinginan gamer itu. Salah satunya adalah dengan mengundang influencer gaming dan membahas sebuah gim atau tips bermain gim.

Di tengah-tengah siaran langsung, UniPin bisa memanfaatkan fitur See-Now-Buy-Now di Lazada untuk memasukkan berbagai tautan produk-produk UniPin.

"Fitur ini memungkinkan penonton untuk langsung melakukan pembelian saat melihat tautan produk muncul di tayangan LazLive," katanya.

2. Pilih waktu terbaik untuk live streaming

Ketika konten sudah menarik, tentu saja penjual ingin agar siaran langsung dapat ditonton banyak orang. Oleh karena itu, Poeti menyarankan agar penjual juga mampu mengidentifikasi waktu terbaik untuk siaran.

Poeti memberikan contoh berbagai waktu terbaik untuk siaran LazLive, bisa saat tanggal gajian, saat mega-campaign, weekend, hingga jam pulang kerja.

Bila penjual merasa belum mendapatkan waktu terbaik, penjual juga bisa memanfaatkan dashboard di Seller Center agar dapat mengidentifikasi di jam berapa siaran LazLive banyak ditonton pengguna Lazada.

Baca Juga: 5 Tips Tingkatkan Produktivitas Keuangan, Raih Kebebasan Finansial!

3. LazLive jadi momen branding, bukan hanya jualan produk

Bagi UniPin, LazLive juga bisa dijadikan platform untuk melakukan branding, tak hanya berjualan produk. Poeti mengakui banyak penjual yang 'ogah' menggunakan platform live streaming untuk berjualan karena profit margin yang kecil.

Patut diketahui banyak penjual yang memberikan diskon 'heboh' untuk menarik perhatian konsumen, hal ini membuat laba penjual menurun secara drastis.

Mindset sekedar untuk meraih laba sebesar-besarnya saat live streaming memang tidak salah, namun Poeti mengatakan sesungguhnya live streaming juga bisa dijadikan platform branding.

Jadi penjual tidak harus mengejar keuntungan penjualan, tapi juga bisa mendapatkan return of investment yang jelas dengan menganggap live streaming sebagai platform untuk branding agar bisa terus lebih dekat dan melibatkan konsumen.

 

4. Strategi FOMO untuk dorong penjualan produk saat live streaming

Guna mendorong penonton agar melakukan transaksi saat siaran langsung, Poeti menjelaskan UniPin menggunakan strategi fear of missing out (FOMO) dengan diskon besar-besaran hingga 50 persen.

Strategi ini dilakukan untuk menciptakan urgensi bagi konsumen agar tidak melewatkan diskon besar-besaran ini dan membeli produk. Biasanya UniPin memberikan batas waktu untuk diskon ini, dari 15 menit hingga 30 menit.

Secara tidak langsung, batas waktu ini akan memengaruhi cara berpikir konsumen untuk segera membeli produk yang ditawarkan.

 

5. Tingkatkan product knowledge pembawa acara

Tingkat pengetahuan produk (product knowledge) pembawa acara dalam siaran juga penting agar live streaming bisa menjadi alat pemasaran yang efektif.

Poeti mengatakan, dengan tingkat product knowledge yang tinggi, pembawa acara bisa memberikan edukasi terhadap suatu produk maupun mendorong terjadinya transaksi saat siaran berlangsung.

Product knowledge yang tinggi juga dapat mengurangi risiko terjadinya sesi live streaming yang kurang interaksi.

 

Baca Juga: 3 Tips Sukses Bisnis Lewat Aplikasi Digital

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya