Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Emas Naik Sambut Awal Pekan, Berikut Rinciannya
Ilustrasi Emas Mulia (IDN Times/Arief Rahmat)

Jakarta, IDN Times - Harga emas produksi PT Aneka Tambang atau Antam mengalami kenaikan di awal pekan. Pantauan IDN Times dari logammulia.com, harga emas hari ini, Senin (21/6/2021), naik Rp3 ribu menjadi Rp923 ribu per gram.

Meski harga emas naik, namun harga jual kembali mengalami penurunan. Harga buyback turun Rp2 ribu menjadi Rp820 ribu per gram.

1. Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Dalam Pecahan Lain

Petugas menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas Antam, Jakarta, pada 28 Juli 2020. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lain per hari ini:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp511,5 ribu
  • Harga emas 1 gram: Rp923 ribu
  • Harga emas 2 gram: Rp1,786 juta
  • Harga emas 3 gram: Rp2,654 juta
  • Harga emas 5 gram: Rp4,390 juta
  • Harga emas 10 gram: Rp8,725 juta
  • Harga emas 25 gram: Rp21,687 juta
  • Harga emas 50 gram: Rp43,295 juta
  • Harga emas 100 gram: Rp86,512 juta

Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

2. Emas aset aman untuk berinvestasi

Default Image IDN

Emas bisa menjadi cara yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena emas merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilainya juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Itu berarti di saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas, bisa bernapas lega karena tidak semua asetnya melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 persen sampai 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.

3. Tentukan dulu tujuan investasimu sebelum membeli emas

Ilustrasi harta kekayaan (IDN Times/Sukma Shakti)

Berinvestasi pada emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman. Sebab, risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu bisa merugi.

Sebaliknya, jika kamu berinvestasi untuk jangka panjang, emas jadi instrumen yang cocok. Sebab, kamu akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article