Comscore Tracker

IHSG Ditutup Menguat, 9 Saham Ini Tancap Gas 9 Persen Lebih 

IHSG menguat 0,52 persen ke level 6.645,5

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 34,3 poin atau 0,52 persen ke level 6.645,5 pada perdagangan Jumat (28/1/2022) sore. Penguatan ini terjadi setelah IHSG dibuka menguat meski sempat masuk zona merah.

Dilansir RTI, IHSG mencapai puncak tertingginya di level 6.645,5 pada akhir perdagangan dan titik terendahnya 6.603,4 pada pukul 11.00.

1. IHSG nyaris menguat seharian

IHSG Ditutup Menguat, 9 Saham Ini Tancap Gas 9 Persen Lebih Ilustrasi IHSG (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 7,6 poin ke level 6.618,7. Berdasarkan pantauan IDN Times, data RTI pukul 09.35 WIB menunjukkan IHSG sanggup bertahan di zona hijau sejak pembukaan. IHSG terpantau menguat 8,9 poin atau 01,3 persen ke level 6.620.

Investor membukukan transaksi sebesar Rp11,2 triliun dengan volume sebesar 21,6 miliar lembar saham dan frekuensi sebanyak 1,3 juta kali. Ada 296 saham yang menguat, 244 melemah, dan 142 lainnya stagnan.

Baca Juga: Pengertian dan Cara Raup Cuan dari NFT

2. Pergerakan indeks saham

IHSG Ditutup Menguat, 9 Saham Ini Tancap Gas 9 Persen Lebih Ilustrasi Kenaikan (IDN Times/Arief Rahmat)

Penguatan IHSG sore ini, membuat saham-saham unggulan terpantau ikut naik. Berikut kondisi saham unggulan pada penutupan sore ini:

LQ45 menguat 0,29 persen menjadi 949,77
IDX30 menguat 0,20 persen menjadi 508,17
IDX80 menguat 0,44 persen menjadi 132,59
IDXESGL menguat 0,67 persen menjadi 136,96
IDXQ30 menguat 0,12 persen menjadi 149,15

3. Saham-saham dengan kenaikan lebih dari 9 persen hari ini

IHSG Ditutup Menguat, 9 Saham Ini Tancap Gas 9 Persen Lebih Ilustrasi memantau pergerakan saham. ANTARA FOTO/Reno Esnir

Berdasarkan data RTI, ada beberapa saham dengan kenaikan lebih dari 9 persen hari ini. Berikut sembilan saham dengan kenaikan tertinggi:

PT. Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) 35 persen
ICTSI Jasa Prima (KARW) 29,07 persen
MNC Vision Networks (IPTV) 26,14 persen
Multipolar (MLPL) 22,83 persen
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) 21,62 persen
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) 17,79 persen
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) 12 persen
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) 10 persen
PT Mitra Investindo Tbk (MITI) 9,59 persen

Baca Juga: Jangan Salah, Ini 6 Perbedaan Reksadana Saham dan Investasi Saham

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya