Jakarta, IDN Times – Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira menekankan pentingnya stimulus pemerintah yang terukur untuk menjaga likuiditas dan keberlangsungan sektor riil di tengah tekanan nilai tukar rupiah, tingginya biaya produksi, serta perlambatan ekonomi global.
Mengacu pada data Bloomberg, rupiah sempat menembus Rp17.600 per dolar AS, menandai pelemahan terdalam sepanjang sejarah.
“Stimulus tidak harus besar, tetapi yang paling penting memberi ruang napas bagi cash flow industri,” ujar Anggawira kepada IDN Times, Jumat (15/5/2026).
