IHSG Babak Belur, Danantara Siap Tambah Kepemilikan Saham di BUMN

Danantara membuka peluang menambah investasi saham secara bertahap di tengah koreksi IHSG.
Keputusan investasi mempertimbangkan fundamental, kondisi teknikal, persepsi pasar, valuasi, dan potensi dividen.
IHSG ditutup melemah 3,64 persen ke level 4.996,61, dengan mayoritas saham berada di zona merah.
Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membuka peluang untuk menambah investasi saham di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani mengatakan pembelian akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan, kondisi teknikal, hingga persepsi pasar.
Rosan menyebut Danantara tidak akan menentukan pembelian hanya berdasarkan penurunan harga saham. Analisis menyeluruh diperlukan untuk memastikan saham yang dipilih memiliki fundamental yang baik.
"Kita masuk ke saham-saham yang tentunya sudah dianalisa baik secara fundamental, kita kan lebih analisa secara fundamental, ya. Secara fundamental, secara teknikal," katanya kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
1. Danantara lihat peluang investasi jangka panjang

Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Menteng, Jakarta Pusat. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Rosan menilai penurunan harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan yang tercatat di bursa, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), menjadi lebih murah. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Danantara untuk berinvestasi dalam jangka panjang.
Dia mencontohkan sektor perbankan yang menurutnya masih memiliki fundamental kuat, sementara valuasinya sudah berada di bawah nilai buku.
Rosan menjelaskan, rasio price to book value (PBV) rata-rata perbankan saat ini sudah di bawah satu kali. Rasio tersebut membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku perusahaan per saham.
Selain valuasi, Rosan menyoroti potensi pendapatan dividen dari saham perbankan. Dia menyebut dividend yield Bank Mandiri sekitar 16 persen dan BRI sekitar 13 persen.
"Dan tentunya kita sebagai investor, baik di pasar modal maupun BUMN yang kita miliki, kita justru melihat ini adalah opportunity untuk kita investasi jangka panjang," ujar dia.
2. Danantara evaluasi fundamental saham BUMN

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan perdagangan Rabu, (24/6/2026) usai pengumuman terbaru MSCI Inc. (IDN Times/Vadhia Lidyana) Rosan mengatakan peluang investasi tidak hanya terbatas pada saham perbankan. Danantara juga mengevaluasi saham lain yang dinilai memiliki valuasi menarik dan ditopang fundamental perusahaan yang kuat.
Penilaian tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan dan berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan saham di pasar.
Rosan menegaskan, Danantara akan memanfaatkan peluang investasi secara bertahap. Langkah tersebut dilakukan setelah perusahaan melakukan analisis untuk menentukan saham yang layak menjadi bagian dari portofolio investasi.
"Saham-saham kita baik, ya ini memang harus, bukan harus, kita melihat ini sebagai analisa secara komprehensif, ini adalah kesempatan untuk kita masuk secara secara bertahaplah," tuturnya.
3. IHSG anjlok 3,64 persen di penutupan perdagangan

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (IDN Times/Vadhia Lidyana) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (19/10/2026). IHSG berakhir di level 4.996,61.
Berdasarkan data BEI, IHSG melemah 188,50 poin atau 3,64 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 5.185,11. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 4.907,37 hingga 5.012,87.
Aktivitas perdagangan saham hingga penutupan membukukan volume transaksi 32,27 miliar lembar saham, nilai transaksi Rp25,07 triliun dan frekuensi perdagangan 1,590 juta kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat Rp8.844 triliun.
Mayoritas saham berakhir di zona merah. Sebanyak 691 saham melemah, sedangkan 103 saham menguat dan 169 saham tidak mengalami perubahan harga alias stagnan.


















![[QUIZ] Mail vs Tuan Krab, Mana Gaya Pengusaha yang Cocok dengan Kepribadianmu?](https://image.idntimes.com/post/20250802/krab33_0397588c-643d-4f3f-9a0f-b058af64ff91.jpeg)


