Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Screenshot 2026-02-02 121015.jpg
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono. (IDN Times/Triyan).

Intinya sih...

  • Nilai impor Indonesia sepanjang 2025 mencapai 241,86 miliar dolar AS, tumbuh 2,83 persen dari tahun sebelumnya.

  • Impor migas tercatat sebesar 32,77 miliar dolar AS atau terkontraksi 9,67 persen secara tahunan. Sementara itu, impor nonmigas mencapai 209,09 miliar dolar AS, tumbuh 5,11 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

  • Impor nonmigas dari China meningkat 19,57 persen dan menyumbang kontribusi terbesar terhadap total impor nonmigas Januari–Desember 2025.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 241,86 miliar dolar AS. Angka ini tumbuh 2,83 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

“Sepanjang Januari hingga Desember 2025, total nilai impor mencapai 241,86 miliar dolar AS,” ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di kantor BPS, Senin (2/2/2026).

Dari total tersebut, impor migas tercatat sebesar 32,77 miliar dolar AS atau terkontraksi 9,67 persen secara tahunan. Sementara itu, impor nonmigas mencapai 209,09 miliar dolar AS, tumbuh 5,11 persen dibandingkan Januari–Desember 2024.

1. Rincian komponen impor Indonesia

ilustrasi impor barang (pexels.com/Chanaka)

Berdasarkan penggunaannya, impor Indonesia terbagi dalam tiga kelompok besar. Pertama, impor barang konsumsi tercatat sebesar 22,42 miliar dolar AS sepanjang 2025. Nilai ini turun 1,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 22,73 miliar dolar AS.

Kedua, impor bahan baku dan penolong mencapai 169,30 miliar dolar AS pada Januari–Desember 2025. Angka ini mengalami kontraksi tipis 0,83 persen dibandingkan periode yang sama 2024 yang sebesar 170,72 miliar dolar AS.

Ketiga, impor barang modal menunjukkan lonjakan signifikan. Sepanjang 2025, nilainya mencapai 50,13 miliar dolar AS, tumbuh 20,06 persen dibandingkan Januari–Desember 2024 yang sebesar 41,75 miliar dolar AS.

“Impor barang modal meningkat cukup signifikan, terutama pada mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya, serta kendaraan dan bagiannya,” ujar Ateng.

2. Impor nonmigas dari 13 negara utama naik

Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay)

Total impor nonmigas dari 13 negara utama pada Januari–Desember 2025 mencapai 166,74 miliar dolar AS. Nilai tersebut meningkat 10,79 miliar dolar AS atau 6,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan impor nonmigas terutama didorong oleh:

  • China: naik 14,23 miliar dolar AS (19,57 persen).

  • Taiwan: naik 0,61 miliar dolar AS (16,31 persen).

  • Amerika Serikat: naik 0,31 miliar dolar AS (3,29 persen).

3. China dominasi impor nonmigas Indonesia

Ilustrasi impor. (Dok. Kemenkeu)

Kontribusi terhadap total impor nonmigas Januari–Desember 2025:

  • China: 41,6 persen atau 86,98 miliar dolar AS.

  • Jepang: 6,9 persen atau 14,41 miliar dolar AS.

  • Amerika Serikat: 4,7 persen atau 9,83 miliar dolar AS.

  • ASEAN: 15,53 persen atau 32,46 miliar dolar AS.

  • Uni Eropa: 5,93 persen atau 12,39 miliar dolar AS.

Adapun total impor mencapai 16,58 miliar dolar AS atau meningkat 2,15 miliar dolar AS atau 14,94 persen dibandingkan Desember 2024.

Sumber utama peningkatan impor Desember 2025:

  • China: naik 1,93 miliar dolar AS (25,69 persen).

  • Singapura: naik 0,40 miliar dolar AS (60,46 persen).

  • Amerika Serikat: naik 0,20 miliar dolar AS (28,07 persen).

Editorial Team