Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kinerja Ekspor Januari-Desember 2025 Capai 282,91 Miliar Dolar AS

Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay)
Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay)
Intinya sih...
  • Kinerja ekspor Indonesia Januari-Desember 2025 mencapai 282,91 miliar dolar AS, naik 6,15 persen dari tahun sebelumnya.
  • Ekspor non-migas tercatat sebesar 269,84 miliar dolar AS, naik 7,66 persen dibandingkan dengan tahun 2024.
  • Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama ekspor non-migas dengan pertumbuhan solid sebesar 14,47 persen.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai 282,91 miliar dolar AS. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 6,15 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar 266,52 miliar dolar AS.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, mengungkapkan capaian ini terutama didorong ekspor non-migas yang tercatat mencapai 269,84 miliar dolar AS, naik 7,66 persen dibandingkan dengan 2024. Sementara itu, ekspor migas tercatat sebesar 13,07 miliar dolar AS, turun 17,69 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Sepanjang Januari hingga Desember 2025, total nilai ekspor Indonesia mencapai 282,91 miliar dolar AS, atau naik 6,15 persen dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Ateng Hartono dalam konferensi pers secara hibrida di kantor BPS pada Senin (2/2/2026).

1. Rincian ekspor berdasarkan sektor

Screenshot 2026-02-02 121015.jpg
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono. (IDN Times/Triyan).

Ateng Hartono merinci lebih lanjut bahwa ekspor non-migas Indonesia terbagi dalam tiga kelompok sektor utama.

1. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

Sektor ini mencatatkan ekspor sebesar 6,88 miliar dolar AS pada 2025, dengan pertumbuhan yang cukup pesat, yaitu 21,01 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

2. Sektor Pertambangan dan Lainnya

Ekspor sektor ini tercatat sebesar 35,86 miliar dolar AS pada tahun 2025. Namun, sektor pertambangan mengalami penurunan yang cukup signifikan, dengan kontraksi sebesar 23 persen dibandingkan dengan 2024.

3. Industri Pengolahan

Industri pengolahan menjadi sektor yang paling dominan dalam pendorong ekspor non-migas. Sektor ini tercatat mencapai 227,1 miliar dolar AS pada 2025, dengan pertumbuhan yang solid sebesar 14,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor industri pengolahan memberikan kontribusi signifikan terhadap total ekspor non-migas, dengan andil 10,77 persen.

"Komoditas yang mengalami lonjakan ekspor di sektor industri pengolahan antara lain minyak kelapa sawit, barang perhiasan, barang kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya," tambah Ateng Hartono.

2. Kinerja ekspor berdasarkan tujuan negara

ilustrasi ekspor (pixabay.com/michaelgaida)
ilustrasi ekspor (pixabay.com/michaelgaida)

Jika dilihat dari tujuan negara, ekspor Indonesia ke beberapa kawasan utama juga mengalami kenaikan signifikan. Ekspor migas ke China tercatat sebesar 64,82 miliar dolar AS, atau naik 7,11 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024.

Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat tercatat 30,96 miliar dolar AS, ekspor ke India tercatat 18,32 miliar dolar AS, ekspor ke ASEAN sebesar 51,58 miliar dolar AS, dan ekspor ke Uni Eropa tercatat 19,28 miliar dolar AS sepanjang tahun 2025.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa Indonesia terus memperluas pasar ekspor ke berbagai negara utama di dunia, meskipun ada beberapa tantangan dalam sektor tertentu.

"Jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama di tahun lalu, maka pada Januari-Desember 2025 ekspor non-migas ke Amerika Serikat, ke ASEAN dan Uni Eropa mengalami peningkatan, sementara ke India mengalami penurunan," tegasnya.

3. Nilai impor periode Januari-Desember capai 241,86 miliar dolar AS

Ilustrasi impor. (Dok. Kemenkeu)
Ilustrasi impor. (Dok. Kemenkeu)

Lebih lanjut, nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai 241,86 miliar dolar AS, naik 2,83 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selama periode tersebut, impor barang modal mengalami kenaikan signifikan sebesar 20,06 persen, mencapai 50,13 miliar dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, impor bahan baku atau penolong tercatat turun 0,83 persen menjadi 169,30 miliar dolar AS, dan impor barang konsumsi mengalami penurunan 1,35 persen menjadi 22,42 miliar dolar AS.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More

Neraca Dagang Indonesia Surplus 2,51 Miliar Dolar AS Desember 2025

02 Feb 2026, 13:21 WIBBusiness