Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Vice President of Sustainability Indonesia Investment Authority (INA) Fetriza Rinaldy. (IDN Times/Herka Yanis)
Vice President of Sustainability Indonesia Investment Authority (INA) Fetriza Rinaldy (tengah) saat jadi pembicara di Semangat Awal Tahun IDN Times. (IDN Times/Herka Yanis)

Intinya sih...

  • Vice President of Sustainability INA, Fetriza Rinaldy, merilis impact report perdana yang mengukur dampak sosial dan ekonomi dari proyek jalan tol dan pelabuhan.

  • Proyek jalan tol di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 km dan proyek Pelabuhan Belawan dikelola bersama DP World menunjukkan benefit lebih besar dibandingkan cost.

  • INA berusaha membangun kerangka pengukuran dampak sosial dan ekonomi yang terstruktur untuk menjawab dua tantangan sekaligus: return finansial dan dampak sosial ekonomi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Vice President of Sustainability Indonesia Investment Authority (INA) Fetriza Rinaldy menyampaikan INA telah merilis impact report perdana yang mengukur dampak sosial dan ekonomi dari dua proyek strategis yang telah diinvestasikan.

Fetriza menjelaskan, pengukuran dampak tersebut dilakukan pada proyek jalan tol di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 kilometer (km) yang menghubungkan Lampung Selatan hingga Lampung Tengah, serta proyek Pelabuhan Belawan yang dikelola bersama DP World.

Hal itu disampaikan Fetriza dalam Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan di IDN HQ, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

"Hasilnya, itu menunjukkan bahwa ketika kita bandingkan antara benefit yang dihasilkan oleh kedua project tersebut dengan cost yang kita keluarkan, itu benefit-nya jauh lebih banyak," kata dia.

Fetriza menuturkan, impact report yang disusun bersama LPEM FEB UI merupakan bagian dari upaya INA dalam menjalankan mandat gandanya. Kajian tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kerangka pengukuran dampak sosial dan ekonomi yang terstruktur.

Menurutnya, metode dan hasil kajian tersebut diharapkan dapat membantu INA dalam mengevaluasi, menyempurnakan, serta memperbaiki proses evaluasi investasi ke depan. Hal itu diperlukan karena INA harus menjawab dua tantangan sekaligus.

"Kami harus menjawab dua-duanya tantangan itu ya, return, financial return, dan yang satu lagi adalah dampak sosial ekonomi," tuturnya.

Dia menyebutkan, berdasarkan pendekatan ilmu ekonomi, proyek-proyek tersebut tidak hanya bersifat strategis, tetapi juga layak secara ekonomi karena manfaat yang dihasilkan lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan.

Fetriza menjelaskan, secara sederhana tujuan INA adalah mendorong masuknya investasi berkualitas dan berkelanjutan ke Indonesia. Salah satu keunikan INA, menurutnya, adalah adanya dual mandate dalam setiap investasi yang dilakukan.

Dia menyampaikan, mandat pertama INA adalah memastikan investasi memberikan imbal hasil finansial jangka panjang yang baik demi keberlanjutan.

Sementara mandat kedua adalah memastikan setiap investasi memiliki dampak jangka panjang yang menyeluruh, baik dari sisi sosial, ekonomi, lingkungan, maupun tata kelola, yang manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.

Editorial Team