Jakarta, IDN Times - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) melaporkan angka produksi alumunium sebanyak 280.082 metrik ton (MT) sepanjang 2025.
Angka tersebut merupakan produksi tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH).

Produksi aluminium Inalum mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, yaitu 280.082 MT pada 2025.
Penjualan aluminium juga mencatatkan rekor tertinggi dengan angka 280.141 MT, dicapai melalui inovasi dan efisiensi operasional.
Inalum menginjak usia ke-50 tahun dan tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta manfaat bagi masyarakat.
Selain angka produksi, angka penjualan per tahun juga mencatatkan rekor tertinggi pada 2025. Anak usaha MIND ID itu menjual 280.141 MT aluminium sepanjang tahun lalu.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita mengatakan angka tersebut dicapai melalui penerapan inovasi berkelanjutan, penguatan efisiensi operasional, dan strategi bisnis yang adaptif.
Tahun ini, Inalum menginjak usia ke-50, alias sudah 5 dekade eksis di Indonesia. Melati mengatakan, ke depannya perusahaan tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta manfaat bagi masyarakat.
“Lima puluh tahun menjadi penanda bahwa INALUM terus bertumbuh bersama Indonesia,” tutur Melati dikutip dari keterangan resmi, Kamis (8/1/2026).
Sebagai informasi, Inalum merupakan BUMN yang bergerak di industri aluminium terintegrasi. Inalum mengelola pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta memproduksi aluminium primer untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan pasar ekspor.
Inalum didirikan pada 6 Januari 1976 sebagai perusahaan patungan Indonesia–Jepang. Kemudian, Inalum sepenuhnya menjadi milik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 2013.
Inalum sempat menjadi holding industri pertembangan di tanah air pada 2018. Sejak 2023, Inalum berstatus sebagai anggota MIND ID.