Selain memperpanjang masa berlaku, pemerintah juga menekankan perluasan cakupan agar fasilitas ini tidak lagi terbatas pada proyek tertentu berdasarkan ukuran, melainkan bisa dipakai pada seluruh proyek nuklir yang memenuhi ketentuan. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memberi kepastian biaya jangka panjang bagi pengembangan pembangkit, sekaligus memperkuat dukungan negara terhadap industri nuklir.
Kebijakan bea masuk ini juga terkait langkah penurunan bea masuk menjadi nol pada sejumlah barang untuk pembangkitan tenaga nuklir, termasuk beberapa komponen dan peralatan spesifik, sebagaimana dilaporkan dalam pemberitaan anggaran. Dampak langsungnya diperkirakan terasa pada kebutuhan impor peralatan khusus yang masih digunakan dalam pembangunan unit nuklir dan infrastruktur pendukung.
“Saya melihat ini sebagai anggaran yang berorientasi masa depan. Meski bersifat tahunan, tetapi menyusun peta jalan yang jelas untuk 25 tahun ke depan menuju 2047 dan visi India maju," ujar Menteri Negara (MoS) untuk Energi Atom India, Jitendra Singh, dilansir The Economic Times.