potret Kota New York(freepik.com/wirestock)
Lebih lanjut, CPI inti sendiri tercatat meningkat hingga 5,9 persen dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yakni hanya sebesar 5,7 persen. Inflasi inti memuncak sebesar 6,5 persen pada bulan Maret dan telah turun sejak saat itu. Pada basis bulanan, CPI utama naik 1,3 persen dan CPI inti naik 0,7 persen.
Angka tersebut cukup jauh jika dibandingkan dengan perkiraan masing-masing CPI yang hanya berada di kisaran angka 1,1 persen dan 0,5 persen. Sebagai informasi, headline CPI atau CPI utama mencakup semua barang dan jasa. Sementara, core CPI atau CPI inti mencakup semua hal kecuali bahan bakar dan makanan.
"CPI memberikan kejutan lain. Sama menyakitkannya dengan angka (inflasi) Juni yang lebih tinggi. Sama buruknya dengan sumber inflasi yang meluas. Meskipun lonjakan CPI dipimpin oleh harga energi dan pangan, yang sebagian besar merupakan masalah global, harga-harga lain juga terus meningkat khususnya untuk barang dan jasa domestik, dari tempat tinggal hingga mobil sampai pakaian jadi.” kata Ekonom Korporat di Navy Federal Credit Union, AS, Robert Frick, seperti dikutip dari CNBC pada Kamis (13/7/2022).