Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Strategi Krakatau Steel Kejar Pendapatan 1,6 Miliar Dolar di 2026
Logo PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS). (dok. YouTube Krakatau Steel)
  • Krakatau Steel menargetkan pendapatan konsolidasi 1,6 miliar dolar AS pada 2026 melalui strategi transformasi besar bernama KRAS Reborn yang menekankan kolaborasi dan standar kualitas kelas dunia.
  • Transformasi ini fokus memperkuat mentalitas karyawan agar lebih tangguh dan berorientasi bisnis, dengan inovasi sebagai penggerak utama untuk menjaga kinerja di tengah dinamika industri baja global.
  • Perusahaan melakukan intervensi total pada budaya kerja agar setiap karyawan bertindak sebagai mitra bisnis yang berkontribusi langsung terhadap profitabilitas dan pencapaian target pendapatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS menargetkan pendapatan konsolidasi sebesar 1,6 miliar dolar AS pada 2026. Target tersebut akan dikejar melalui strategi transformasi baru bertajuk KRAS Reborn.

​Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menyebut langkah itu bukan sekadar mengejar angka finansial, melainkan perombakan mentalitas perusahaan.

"Melalui KRAS REBORN, kita secara resmi meninggalkan pola pikir bertahan dan mulai melangkah dengan mentalitas juara yang berlandaskan pada kolaborasi tanpa batas serta standar kualitas kelas dunia," kata dia dalam media briefing di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

1. Ubah tantangan global jadi peluang

Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS). (dok. KRAS)

Langkah KRAS Reborn diambil untuk merespons ketidakpastian ekonomi dunia dan cepatnya perubahan teknologi. Itu menjadi fase krusial bagi perusahaan untuk tidak lagi sekadar bertahan hidup, namun kembali mengejar posisi sebagai pemimpin industri baja yang kompetitif internasional.

​Akbar menegaskan momentum tersebutadalah titik balik bagi perseroan. Dia meyakini Krakatau Steel sebenarnya masih memiliki kekuatan besar yang selama ini terpendam dan kini saatnya dibangkitkan secara kolektif.

"Kita harus menyadari bahwa Krakatau Steel tidak pernah kehilangan kekuatannya. Hari ini kita sedang membangkitkan kesadaran kolektif atas kapabilitas besar yang selama ini terpendam," katanya.

2. Rombak mentalitas karyawan jadi berbasis bisnis

Ekspor HRC Krakatau Steel ke Italia. (dok. Kemendag)

​Fokus utama perusahaan bergeser pada penguatan energi organisasi dan mentalitas karyawannya. Sinergi antara cara pikir yang tangguh dan eksekusi yang tepat menjadi kunci agar kinerja tetap optimal di tengah dinamika industri baja yang fluktuatif.

​Transformasi itu juga menuntut SDM perusahaan untuk bekerja dengan pola pikir bisnis (business-driven) yang didukung oleh organisasi yang lebih lincah. Inovasi diposisikan sebagai mesin penggerak utama agar target pencapaian kinerja (KPI) perusahaan tetap terukur dan bisa dipertanggungjawabkan.

3. Perubahan budaya kerja di internal perusahaan

Dok. Istimewa / Krakatau Steel

​Upaya percepatan transformasi sebelumnya telah dibahas dalam agenda strategis di Gedung Pusdiklat Cilegon pada akhir Februari lalu. Direktur SDM Krakatau Steel Suryantoro Waluyo menyebut inti dari perubahan itu adalah intervensi total pada budaya kerja perusahaan.

​Kini, perusahaan tidak hanya fokus pada peningkatan keahlian teknis, tetapi juga menyelaraskan ketangguhan mental dengan target pendapatan. Tujuannya agar setiap personel di dalam perusahaan bergerak sebagai mitra bisnis yang berkontribusi langsung pada profitabilitas melalui rasa tanggung jawab dan urgensi yang lebih tinggi.

Editorial Team