Danantara Sebut Suntikan buat Garuda-Krakatau Steel Bukan Bail-Out

- Injeksi modal bukan bail-out, tapi awal restrukturisasi BUMN.
- Harga saham BUMN naik setelah injeksi modal, KRAS tumbuh 243%.
- Reformasi Himbara jadi target berikutnya, fokus pada BRI, BNI, BTN, dan Mandiri.
Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia merilis laporan Economic Outlook 2026. Dalam laporan itu, tim riset Danantara menyatakan injeksi modal yang diberikan Danantara ke sejumlah BUMN direspons positif oleh pasar.
Dalam laporan itu, ada empat saham BUMN yang disebut mengalami pertumbuhan yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
“Sinyal harga awal dari PT Krakatau Steel, PT Garuda Indonesia, PT Timah, dan PT Telkom menunjukkan bahwa investor optimistis pada upaya pemulihan tersebut,” tulis laporan Danantara.
1. Injeksi modal disebut bukan aksi penyelamatan

Melihat respons pasar, menurut Danantara injeksi modal kepada BUMN bukanlah siklus dari penyelamatan atau bail-out. Namun, injeksi adalah awal dari restrukturisasi keuangan dan operasional perusahaan.
“Suntikan modal dan restrukturisasi menjadi penting ketika disertai dengan persyaratan yang keta, mulai dari rasionalisasi aset, peningkatan kinerja operasional, dan akuntabilitas yang kredibel,” tulis Danantara.
2. Harga saham BUMN yang dapat injeksi modal naik selama 2025

Menurut Danantara, injeksi modal dilakukan untuk memberikan narasi pemulihan BUMN yang yang diharapkan dapat menghasilkan nilai yang lebih besar bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
Berdasarkan grafik poin 13, ditunjukkan bahwa harga saham KRAS tumbuh 243 persen terhitung sejak awal Januari sampai Desember 2025. Lalu, harga saham TINS tumbuh 221 persen, GIAA 187 persen, dan TLKM 30 persen.
Danantara juga melampirkan kinerja saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang tumbuh 194 persen, serta PT PP (Persero) Tbk (PTPP) tumbuh 189 persen.
3. Reformasi Himbara jadi target berikutnya

Laporan itu mengungkapkan ke depannya Danantara akan melakukan reformasi besar-besaran pada Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), dan PT Bank Mandiri (Persero).
“Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia semuanya berada pada posisi yang tepat untuk pemulihan pendapatan karena biaya kredit menurun dan pertumbuhan kredit membaik,” tulis Danantara.

















