Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan minat investor global terhadap instrumen keuangan syariah, khususnya sukuk, semakin meningkat di tengah ketidakpastian global. Kondisi ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar surat utang berbasis syariah.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, pergeseran preferensi investor tidak terlepas dari karakteristik produk keuangan syariah yang relatif stabil karena memiliki aset dasar (underlying asset).
"Memang sekarang bergeser, banyak dari investor juga bergeser, dan biasanya produk keuangan syariah itu relatif stabil, karena dia punya underlying-nya," ujar Destry dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
