Arab Saudi melalui Saudi Aramco menurunkan harga minyak mentah Arab Light untuk pengiriman Februari 2026 sebesar 2 dolar AS (Rp33,7 ribu) per barel, menjadi premi 1,50 dolar AS (Rp25,2 ribu) terhadap patokan Oman/Dubai. Penurunan terbesar dalam 13 bulan terakhir ini mendorong produsen lain, termasuk Irak, untuk menyesuaikan strategi harga mereka.
Sebagai respons, Irak menurunkan harga Basrah Medium guna mempertahankan daya saing terhadap minyak dari produsen Timur Tengah lainnya serta peluang arbitrase minyak dari kawasan Atlantik. Asia tetap menjadi pasar utama bagi kedua negara, dengan permintaan kuat dari kilang regional.
Penurunan harga yang dilakukan Irak melalui SOMO sedikit lebih kecil daripada Aramco, mencerminkan perbedaan kualitas grade minyak yang dijual masing-masing negara.
“Pemotongan harga ini sesuai dengan ekspektasi pasar, karena para pengelola kilang menginginkan harga yang lebih kompetitif,” ujar sumber dari Aramco, dikutip Asharq Al-Awsat.