Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Irak Turunkan Harga Minyak ke Asia pada Februari 2026
Ilustrasi perusahaan minyak (unsplash.com/PilMo Kang)

Intinya sih...

  • SOMO turunkan harga minyak untuk Asia

  • Arab Saudi dan Irak kompak turunkan harga minyak ke Asia

  • Diskon menarik minat pembeli Asia di tengah pasokan melimpah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perusahaan pemasaran minyak nasional Irak, State Oil Marketing Organization (SOMO) mengumumkan penurunan harga minyak mentah Basrah Medium untuk pengiriman Februari 2026 bagi pelanggan di Asia. Langkah ini mengikuti kebijakan serupa yang dilakukan Arab Saudi sebelumnya.

Keputusan tersebut bertujuan menjaga daya saing ekspor minyak Irak di pasar Asia, yang merupakan wilayah pembeli terbesar negara tersebut.

1. SOMO turunkan harga minyak untuk Asia

SOMO menetapkan diskon harga minyak mentah Basrah Medium untuk pengiriman Februari 2026 sebesar 1,30 dolar AS (Rp21,9 ribu) per barel terhadap rata-rata patokan Oman/Dubai. Angka ini turun dari diskon 1,05 dolar AS (Rp17,6 ribu) per barel pada Januari 2026, menurut daftar harga resmi yang diterbitkan SOMO.

Sementara itu, harga minyak Basrah Heavy untuk pasar Asia tidak mengalami perubahan dan tetap pada diskon 3,60 dolar AS (Rp60,6 ribu) per barel. Kebijakan ini menegaskan fokus Irak untuk menyesuaikan harga pada jenis minyak Basrah Medium guna menjaga daya saing ekspor di tengah dinamika pasar regional.

2. Arab Saudi dan Irak kompak turunkan harga minyak ke Asia untuk jaga daya saing

Arab Saudi melalui Saudi Aramco menurunkan harga minyak mentah Arab Light untuk pengiriman Februari 2026 sebesar 2 dolar AS (Rp33,7 ribu) per barel, menjadi premi 1,50 dolar AS (Rp25,2 ribu) terhadap patokan Oman/Dubai. Penurunan terbesar dalam 13 bulan terakhir ini mendorong produsen lain, termasuk Irak, untuk menyesuaikan strategi harga mereka.

Sebagai respons, Irak menurunkan harga Basrah Medium guna mempertahankan daya saing terhadap minyak dari produsen Timur Tengah lainnya serta peluang arbitrase minyak dari kawasan Atlantik. Asia tetap menjadi pasar utama bagi kedua negara, dengan permintaan kuat dari kilang regional.

Penurunan harga yang dilakukan Irak melalui SOMO sedikit lebih kecil daripada Aramco, mencerminkan perbedaan kualitas grade minyak yang dijual masing-masing negara.

“Pemotongan harga ini sesuai dengan ekspektasi pasar, karena para pengelola kilang menginginkan harga yang lebih kompetitif,” ujar sumber dari Aramco, dikutip Asharq Al-Awsat.

3. Diskon menarik minat pembeli Asia di tengah pasokan melimpah

Kilang-kilang di Asia kini mencari harga minyak mentah yang lebih kompetitif di tengah melimpahnya pasokan dari negara-negara OPEC+ dan melemahnya harga acuan minyak Timur Tengah. Penurunan harga minyak Basrah Medium oleh Irak mendorong peningkatan pembelian dari China, India, dan negara-negara di Asia Tenggara.

SOMO merilis formula harga bulanan sebagai strategi menarik pembeli di tengah fluktuasi harga global. Basrah Medium, yang menjadi jenis minyak utama ekspor Irak, masih mendominasi aliran pasokan ke Asia.

Langkah penetapan diskon sebesar 1,30 dolar AS (Rp21,9 ribu) per barel terhadap patokan regional Oman/Dubai mendukung upaya Irak mempertahankan pangsa pasar sekaligus memenuhi target produksi dalam batas kuota OPEC+.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team