Hungaria Sebut Serangan AS ke Venezuela Akan Turunkan Harga Minyak

- Orban sebut serangan AS ke Venezuela sah menurut hukum.
- Hungaria tolak pandangan UE soal situasi di Venezuela.
- Orban memprediksi sanksi Barat kepada Rusia akan berakhir pada 2027.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Hungaria, Viktor Orban menyambut baik serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela. Menurutnya, serangan tersebut akan menurunkan harga minyak dunia dan menguntungkan negaranya.
“AS bersama dengan Venezuela akan mampu memenuhi 40-50 persen dari permintaan minyak dunia. Ini akan menjadi kekuatan besar untuk mempengaruhi harga energi dunia,” terang Orban, dikutip dari Euractiv, Selasa (6/1/2026).
Sebelumnya, Uni Eropa (UE) sudah meminta AS untuk menghormati hukum internasional. Brussels juga mendesak agar transisi pemerintahan Venezuela dilakukan dengan demokratik.
1. Orban sebut serangan AS ke Venezuela sah menurut hukum

Orban mengungkapkan bahwa penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro adalah sebuah kabar baik. Ia menilai bahwa tindakan AS sudah sesuai hukum karena negara adidaya tidak mengikuti hukum internasional.
“Penangkapan Maduro resmi di mata hukum karena dalam pandangan adil dari negara adidaya tidak lagi diatur oleh hukum internasional. Posisi Hungaria tidak mengharapkan moral global soal aksi ini. Namun, aksi ini adalah kabar baik bagi Hungaria,” ungkapnya.
Selama ini, Orban dikenal sebagai salah satu sosok yang dekat dengan Presiden AS, Donald Trump. Pemimpin sayap kanan Hungaria itu dikenal kontroversial karena memiliki pandangan pro-Rusia.
2. Hungaria tolak pandangan UE soal situasi di Venezuela

Menteri Hungaria di UE, Janos Boka mengungkapkan bahwa pernyataan UE soal Venezuela menunjukkan adanya krisis di dalam blok. Menurutnya, UE tidak memiliki pesan nyata atau strategi untuk kepentingan negara di dalam blok.
“Selain mengungkapkan harapan yang tidak jelas, UE tidak menyampaikan pesan nyata atau strategi untuk kawasan dan tidak mampu menentukan kepentingannya di era baru politik dunia,” ujar Boka, dilansir Anadolu Agency.
Pada akhir pekan lalu, seluruh negara anggota UE menyerukan agar AS menghormati hukum internasional dan mendesak untuk tetap tenang usai aksi militer AS di Venezuela. Namun, hanya Hungaria yang tidak menyatakan pernyataan serupa.
3. Orban memprediksi sanksi Barat kepada Rusia akan berakhir pada 2027

Pada saat yang sama, Orban mengatakan bahwa sanksi Barat akan dicabut pada 2027. Ia memprediksi bahwa perang di Ukraina akan berakhir, tapi pembatasan impor minyak Rusia akan berdampak buruk pada Hungaria.
Dilansir United24, Orban menyebut akan ada keseimbangan situasi antara Rusia dan Ukraina pada 2027. Saat itu, sanksi-sanksi ekonomi yang diterapkan Barat kepada Rusia akan diangkat.
Pernyataan Orban ini disampaikan menjelang rencana UE untuk mengakhiri pembelian gas alam dari Rusia pada akhir 2027. Dalma proposal tersebut, impor liquified natural gas (LNG) Rusia akan dilarang setelah regulasi baru diterapkan pada awal 2026.
Sumber:
https://www.euractiv.com/news/orban-says-maduro-rendition-good-news-for-hungary/
https://united24media.com/latest-news/orban-predicts-russia-sanctions-will-end-by-2027-citing-wars-possible-resolution-14777
https://www.euronews.com/2026/01/06/hungary-will-not-leave-the-eu-it-will-fall-apart-on-its-own-orban-said
https://www.aa.com.tr/en/europe/hungary-says-eu-statement-on-venezuela-exposes-deep-crisis-in-bloc-s-foreign-policy/3790253



















