Harga Minyak Jatuh Bikin Pendapatan Negara dari Migas Tak Capai Target

- Imbas harga minyak jatuh: Asumsi harga minyak dalam APBN 2025 tidak sesuai dengan realisasi harga di pasar global, menyebabkan pendapatan migas tidak mencapai target.
- PNBP minerba justru melampaui target: Penerimaan negara bukan pajak dari sektor mineral dan batu bara (minerba) berhasil melampaui target yang ditetapkan.
- Realisasi PNBP minerba tembus Rp138,37 triliun: Realisasi penerimaan PNBP sektor minerba melebihi target yang ditetapkan dalam DIPA APBN.
Jakarta, IDN Times - Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor minyak dan gas bumi (migas) pada 2025 tak mencapai target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, pendapatan negara dari sektor migas tercatat sebesar Rp105,4 triliun atau sekitar 83 persen dari target Rp125 triliun.
"Pendapatan negara kita untuk di sektor migas mencapai Rp105,4 triliun dari target Rp125 triliun. Jadi totalnya kurang lebih sekitar 83 persen," kata Bahlil di Jakarta, dikutip Sabtu (10/1/2026).
1. Imbas harga minyak jatuh

Bahlil menjelaskan, penyebab pendapatan migas tidak mencapai target adalah perbedaan asumsi harga minyak dalam APBN 2025 dengan realisasi harga di pasar global.
Dalam APBN, pemerintah menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 82 dolar AS per barel. Namun, sepanjang Januari hingga Desember, rata-rata harga minyak dunia berada di kisaran 68 dolar AS per barel.
"Maka itu berdampak, begitu harganya tidak sampai 82 dolar, itu berdampak pada pendapatan negara kita," ujarnya.
2. PNBP minerba justru melampaui target

Di tengah pelemahan harga sejumlah komoditas, termasuk batu bara, Bahlil menyampaikan penerimaan negara bukan pajak dari sektor mineral dan batu bara (minerba) justru melampaui target.
PNBP sektor minerba mampu mencapai 108,56 persen dari target yang ditetapkan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja jajaran Kementerian ESDM yang terus melakukan berbagai upaya di tengah kondisi harga komoditas yang tidak terlalu menggembirakan.
"Alhamdulillah kerja dari Kementerian ESDM, saya ucapkan terima kasih kepada Dirjen yang telah bekerja luar biasa. Pencapaian target dari PNBP di sektor minerba itu mencapai 108,56 persen," tuturnya.
3. Realisasi PNBP minerba tembus Rp138,37 triliun

Bahlil memaparkan, target PNBP sektor minerba dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA) APBN ditetapkan sebesar Rp127,44 triliun. Namun, realisasi penerimaannya mencapai Rp138,37 triliun.
Menurutnya, optimalisasi penerimaan negara penting dilakukan untuk memastikan ketersediaan dana dalam membiayai berbagai program pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat.
"Ini kerja tim, kerja-kerja yang membutuhkan inovasi, konsentrasi, dan totalitas. Kenapa ini kita harus lakukan? Karena negara membutuhkan dana untuk bagaimana bisa membiayai program-program kerakyatan," ujar Bahlil.


















