Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, salah satu pemicu penguatan dolar AS hari ini adalah karena data tenaga kerja AS bulan Januari yang menunjukkan resiliensi.
"Ketidakpastian mengenai pemotongan suku bunga AS di masa mendatang menjadi beban utama bagi harga logam, terutama setelah data penggajian menunjukkan beberapa tanda ketahanan di pasar tenaga kerja pada bulan Januari. Dolar AS pulih dari titik terendah mingguan setelah data penggajian non-pertanian pada hari Rabu," tutur Ibrahim dalam pernyataan resminya, Jumat sore.
Di dalam negeri, pelonggaran kebijakan moneter berpotensi masih akan berlanjut seiring tren inflasi global yang mereda dan sikap bank sentral dunia yang cenderung tetap akomodatif.
"Perlambatan tersebut terutama dipengaruhi oleh kekhawatiran mengenai keberlanjutan konsumsi swasta serta efektivitas realisasi investasi. Namun, dalam jangka menengah, Indonesia dinilai memiliki fundamental yang kuat," ujar Ibrahim.