Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Jenis Saham yang Jarang Dilirik padahal Punya Potensi Cuan

3 min read
4 Jenis Saham yang Jarang Dilirik padahal Punya Potensi Cuan
ilustrasi saham (pexels.com/Jakub Zerdzicki)
  • Saham siklikal di dasar siklus bisnis berpeluang naik saat industri pulih, tetapi membutuhkan kesabaran menghadapi fase penurunan ekonomi.
  • Saham kapitalisasi kecil berutang rendah dapat menawarkan pertumbuhan besar bila fundamentalnya sehat, meski sering diabaikan karena likuiditas dan transaksi hariannya terbatas.
  • Saham dividen konsisten serta saham pemulihan berpotensi memberi pendapatan atau kenaikan harga, dengan analisis fundamental dan risiko bisnis sebagai pertimbangan utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pasar modal tentu memiliki banyak peluang investasi yang dianggap menarik, namun kerap kali justru luput dari perhatian para pemodal pemula atau yang sudah lama berkecimpung. Sebagian besar investor biasanya lebih berfokus pada saham-saham populer berkapitalisasi besar tanpa menyadari adanya potensi-potensi cuan tersembunyi dari kategori saham lainnya.

​Berusaha mengenali berbagai karakteristik emiten yang kurang populer tentu menjadi langkah strategis untuk semakin memperluas portofolio investasi yang kamu miliki secara lebih optimal. Pengetahuan yang mendalam terkait jenis saham yang jarang dilirik padahal punya potensi cuan akan membantumu dalam menemukan aset berkualitas dengan harga beli yang terjangkau.

  1. ​1. Saham siklikal yang sedang berada di dasar siklus bisnis

    ilustrasi saham
    ilustrasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

    Saham siklikal merupakan jenis emiten yang memiliki pergerakan kinerja yang sangat bergantung pada kondisi naik turunnya roda perekonomian secara makro. Ketika sektor industri sedang mengalami penurunan, harga sahamnya kerap kali merosot tajam, sehingga cukup dijauhi oleh mayoritas pelaku pasar.

    ​Padahal, jika membeli saham ini ketika berada di titik terendah, tentu bisa memberikan peluang keuntungan yang sangat besar pada saat industri tersebut mulai kembali bangkit. Kamu hanya perlu memiliki kesabaran ekstra untuk menunggu momentum pemulihan ekonomi agar nantinya dapat memetik hasil investasi yang optimal.

  2. 2. Saham berkapitalisasi kecil dengan rasio utang yang rendah

    ilustrasi saham
    ilustrasi saham (pexels.com/TabTrader.com app)

    Emiten berkapitalisasi kecil sering sekali diabaikan oleh investor institusi karena dianggap memiliki nilai transaksi harian yang relatif terbatas dan kurang likuid. Namun, nyatanya beberapa perusahaan skala kecil ini memiliki kinerja keuangan yang sangat sehat dan cenderung bebas dari beban utang yang dinilai membahayakan.

    ​Kondisi fundamental yang cukup kuat tentu saja memberikan ruang pertumbuhan bisnis yang sangat luas bagi emiten untuk bisa terus berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar. Pengumpulan saham berkualitas ini sejak awal ternyata bisa memberikan imbal hasil yang berlipat ganda ketika nilai perusahaan tersebut pada akhirnya diakui oleh publik.

  3. ​3. Saham pembagi dividen konsisten yang tidak populer

    ilustrasi saham
    ilustrasi saham (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

    Banyak perusahaan di pasar saham yang cukup rajin dalam membagikan dividen rutin setiap tahun, namun kurang memperoleh sorotan media dan juga analis pasar. Emiten-emiten ini biasanya akan cenderung bergerak di sektor usaha yang stabil, sehingga memiliki arus kas yang cukup bersih dan sangat kuat untuk pada akhirnya dibagikan kepada para pemegang saham.

    ​Memutuskan untuk membeli saham pembagi dividen ini ternyata bisa memberikan keuntungan ganda yang berupa pendapatan pasif stabil dan potensi kenaikan harga jangka panjang. Kamu bisa memanfaatkan hasil pembagian keuntungan tersebut untuk nantinya diinvestasikan kembali agar dapat melipatgandakan nilai total aset pribadi yang kamu peroleh.

  4. ​4. Saham pemulihan yang sedang menjalankan perbaikan manajemen

    ilustrasi saham
    ilustrasi saham (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Saham pemulihan merupakan emiten yang sempat mengalami penurunan kinerja bisnis secara mendalam, namun sedang melakukan pembenahan strategi secara lebih menyeluruh. Ketakutan pasar terhadap masa lalu dari perusahaan tersebut seolah membuat harga saham ini sering kali tertekan jauh di bawah nilai wajarnya yang ada.

    ​Keberhasilan dari proses transformasi bisnis tentu saja bisa memicu lonjakan harga saham secara signifikan, khususnya seiring membaiknya laporan keuangan perusahaan. Kejelian dalam menganalisis prospek perbaikan manajemen ini tentu saja bisa menjadi kunci utama dalam meraup keuntungan besar dari saham pemulihan tersebut.

    Keberanian untuk memahami hingga memilih jenis saham yang jarang dilirik padahal punya potensi cuan bisa menjadi strategi dalam meraih imbal hasil investasi yang lebih maksimal. Analisis fundamental yang cermat dan pemahaman atas risiko bisnis tentu bisa memproteksi modalmu dari potensi kerugian yang tidak diharapkan. Perhatikan dan pahami saham-saham potensial agar tidak sampai salah langkah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More