Jakarta, IDN Times – Jepang resmi melayangkan protes keras terhadap pembangunan fasilitas pengeboran gas yang dilakukan China di Laut China Timur pada Senin (25/8/2025). Kementerian Luar Negeri Jepang melaporkan China sedang memasang rig pengeboran dan membangun struktur baru di sebelah barat garis median, yang dianggap Tokyo sebagai batas maritim tidak resmi sesuai hukum nasionalnya.
Protes ini disampaikan setelah Jepang menilai langkah sepihak itu melanggar kesepakatan bersama. Sementara Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut langkah tersebut sangat merugikan.
“Sangat disayangkan bahwa China memajukan pengembangan sepihak di Laut Tiongkok Timur, sementara Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen di Laut China Timur belum ditentukan,” tulis pernyataan itu, dikutip dari Al Jazeera.
Protes formal disampaikan Kepala Biro Asia dan Oseania, Kanai Masaaki, kepada Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar China di Tokyo, Shi Yong, dengan mendesak Beijing menghentikan aktivitas dan melanjutkan kembali pembahasan pakta bersama 2008.