Taksi terbang/taksi udara Joby Aviation (Instagram/@jobyaviation)
Setiap taksi terbang wajib melewati serangkaian tes kelayakan ketat dari otoritas penerbangan sipil sebelum diproduksi massal. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) saat ini sedang mengaudit desain, mesin listrik, dan perangkat lunak navigasi dari berbagai pengembang eVTOL guna memastikan sistemnya aman dan minim kegagalan.
Karena regulasi internasional untuk taksi terbang belum seragam, Jepang menetapkan standar keselamatannya sendiri. Syarat utamanya antara lain perlindungan baterai dari panas berlebih (overheating) serta kewajiban menyediakan pelampung (life jackets) untuk rute di atas air.
"Kami sedang bekerja sesuai jadwal agar produk kami bisa segera dikirimkan pada tahun 2028," kata Vice President SkyDrive, Yugo Fukuhara, dilansir The Japan Times.
Uji kelayakan ini juga mengukur tingkat kebisingan; taksi terbang wajib beroperasi lebih senyap dibandingkan helikopter konvensional. Di darat, infrastruktur vertiport tengah dibangun sebagai fasilitas lepas landas, pengisian daya cepat, hingga gerbang masuk penumpang yang dilengkapi teknologi pengenal wajah. Selain itu, pilot taksi terbang wajib mengantongi lisensi khusus dan terlatih menangani kondisi darurat.