Prabowo Bawa Komitmen Investasi Rp575 Triliun Usai Lawatan ke Jepang-Korea

- Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia usai lawatan kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan, disambut sejumlah pejabat tinggi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.
- Di Jepang, Prabowo bertemu Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi serta menghasilkan kesepakatan bisnis senilai Rp401,71 triliun melalui forum ekonomi Indonesia-Jepang.
- Di Korea Selatan, Prabowo menandatangani 27 MoU dengan nilai investasi Rp174 triliun, menjadikan total komitmen investasi dari dua negara mencapai Rp575 triliun.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia usai melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Prabowo tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 23.55 WIB.
Berdasarkan keterangan tertulis dari Biro Pers, Media dan Sekretariat Presiden, kedatangan Prabowo disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra.
1. Komitmen investasi selama di Jepang

Saat lawatan di Negeri Sakura, Prabowo bertemu dengan Kaisar Jepang Naruhito dan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Prabowo juga hadir dalam forum bisnis Indonesia-Jepang.
Acara tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama bernilai 23,63 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp401,71 triliun.
2. Komitmen investasi di Korea Selatan

Setelah Jepang, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan. Prabowo juga melakukan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung. Tercatat, ada 10 kerja sama yang diteken dalam nota kesepahaman (MoU) antara lembaga pemerintah, serta 17 MoU antara pelaku bisnis.
Kerja sama itu menghasilkan komitmen investasi sebesar 10,268 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp174 triliun.
3. Total komitmen investasi

Total komitmen investasi dalam kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan sebesar Rp575 triliun. Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan disebut memiliki tujuan untuk memperkuat diplomasi ekonomi.
Selain itu, Prabowo juga ingin memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasa Asia. Prabowo ingin, para investor global terus berinvestasi di Indonesia.



















