Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rosan Sebut Minat Investor Jepang dan Korea ke RI Sangat Baik

Rosan Sebut Minat Investor Jepang dan Korea ke RI Sangat Baik
Menko Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi Rosan Roeslani di Korea. (Dok. Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Kunjungan kerja pemerintah ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan sinyal positif bagi iklim investasi Indonesia, dengan pertemuan intensif bersama puluhan pengusaha besar dari kedua negara.
  • Total komitmen investasi mencapai 23,6 miliar dolar AS dari Jepang dan 10,3 miliar dolar AS dari Korea Selatan, menunjukkan tren peningkatan minat investor terhadap Indonesia.
  • Presiden Prabowo menegaskan pentingnya stabilitas politik dan keamanan sebagai modal utama investasi jangka panjang, sementara Danantara membuka peluang co-investment senilai sekitar 6 miliar dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut rangkaian kunjungan kerja pemerintah ke Jepang dan Korea Selatan sangat produktif dan menghasilkan sinyal positif bagi iklim investasi Indonesia.

Rosan menyebut, selama kunjungan tersebut pemerintah intensif bertemu dengan pelaku usaha besar dari kedua negara. Di Jepang, forum bisnis dihadiri sekitar 300 pengusaha.

"Kemudian kami dari Kementerian Investasi juga mengadakan sesi kecil dengan 12 pengusaha besar di Jepang dan 11 pengusaha besar dari Korea," kata Rosan yang juga menjabat CEO Daya Anagata Nusantara atau Danantara, di Korea, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, para investor bisa menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait masukan, feedback, maupun kendala yang mereka hadapi di Indonesia .

"Bapak Presiden sangat responsif dan sangat terbuka. Ini sangat-sangat direspons positif oleh dunia usaha, sehingga kalau kita lihat di tengah gejolak politik maupun ekonomi di dunia ini, tapi kepercayaan dan minat dari investor baik dari Jepang maupun Korea sangat baik," ungkapnya.

Rosan menyebut, Jepang dan Korea Selatan selama ini merupakan investor utama di Indonesia, masing-masing berada di jajaran lima hingga tujuh besar.

Rosan mengungkapkan, tren investasi dari kedua negara juga terus meningkat. Investasi Korea Selatan tumbuh rata-rata sekitar 14 persen per tahun, sementara Jepang naik sekitar 8–9 persen per tahun.

Dari sisi komitmen terbaru, total investasi yang dihasilkan mencapai 23,63 miliar dolar AS atau Rp401,71 triliun dari Jepang dan 10,268 miliar dolar AS atau sekitar Rp174 triliun dari Korea Selatan.

Rosan menilai kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, turut meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi bersama (co-investment). Saat ini, pemerintah tengah menindaklanjuti peluang investasi bersama antara Danantara dengan Lotte Chemical dan POSCO, dengan potensi nilai mencapai sekitar 6 miliar dolar AS.

"Jadi ini juga satu hal, signal yang sangat baik, sangat positif, dan kita akan tindaklanjuti diskusi ini, MOU kesepakatan-kesepakatan ini, sehingga beberapa bisa segera bisa direalisasikan," tegasnya.

Rosan menambahkan, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia terbuka terhadap investasi selama memberikan manfaat bagi perekonomian nasional. Stabilitas politik dan keamanan dinilai menjadi faktor utama yang mendorong investasi jangka panjang.

"Bapak Presiden juga menyampaikan salah satu kekuatan dari Indonesia adalah kita selalu bisa me-maintain peace and stability di Indonesia karena itu adalah modal utama dari setiap investasi yang merupakan adalah long term commitment kepada Indonesia," tuturnya.

Hal ini, lanjutnya, tercermin dari minat investor untuk memperluas investasi ke tahap berikutnya. Sejumlah perusahaan seperti KCC Glass dan POSCO telah menyatakan minat untuk masuk ke fase kedua investasi.

"Kalau mereka berinvestasi dan mereka melihat return-nya baik, kemudian stabil, membuat mereka ingin memperbesar investasi," kata Rosan.

Ia menegaskan, peningkatan investasi tersebut diharapkan berdampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami meyakini investasi yang masuk ke Indonesia akan terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More