Jakarta, IDN Times - Jerman mengumumkan program subsidi kendaraan listrik senilai 3 miliar euro (Rp59,3 triliun) pada Senin (19/1/2026), untuk mendorong kembali penjualan mobil listrik di pasar otomotif terbesar Eropa. Program ini terbuka bagi semua produsen, termasuk merek asal China, tanpa adanya pembatasan berdasarkan negara asal produsen.
Dikutip dari Bloomberg, langkah tersebut menandai kebijakan baru setelah program subsidi sebelumnya berakhir pada akhir 2023, yang menyebabkan penurunan penjualan mobil listrik di Jerman sepanjang 2024. Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat mempercepat transisi menuju transportasi ramah lingkungan sekaligus mempertahankan daya saing industri otomotif nasional.
