Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jerman di bawah Kanselir Friedrich Merz resmi meminta Uni Eropa untuk melonggarkan aturan emisi kendaraan yang ketat. Langkah ini diambil pada Senin (13/4/2026), sebagai upaya membantu industri otomotif Jerman yang sedang menghadapi tantangan berat. Setelah berdiskusi, Merz menegaskan, target lingkungan tidak boleh mengorbankan fondasi ekonomi Jerman.
Upaya ini merupakan tanggapan atas melemahnya daya saing mobil Eropa di pasar dunia akibat persaingan dari produsen luar negeri dan turunnya minat masyarakat terhadap mobil listrik murni. Bersama negara lain seperti Italia dan Polandia, Jerman ingin menyesuaikan target lingkungan dengan kemampuan industri saat ini agar tidak terjadi pengurangan tenaga kerja secara besar-besaran. Meski tetap mendukung target bebas emisi pada 2050, Jerman mendorong pendekatan yang lebih pragmatis dan tidak hanya terpaku pada satu jenis teknologi saja.
