Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Bendera Kanada (pexels.com/Social Soup Social Media)
Ilustrasi Bendera Kanada (pexels.com/Social Soup Social Media)

Intinya sih...

  • Perdana Menteri Kanada kunjungi India untuk perkuat kerja sama energi.

  • India memiliki permintaan LNG yang sangat tinggi sebagai salah satu pasar energi terpenting di dunia.

  • Kanada-India janji tingkatkan perdagangan energi dua arah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kanada pada Jumat (30/1/2026) secara resmi menyatakan niat untuk meningkatkan ekspor gas alam cair (LNG) ke India sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasar energi. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, berencana mengunjungi India dalam beberapa minggu mendatang guna memperkuat kerja sama bilateral di sektor energi.

Menteri Energi Kanada, Tim Hodgson, menyoroti potensi besar pasar India setelah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke negara tersebut.

1. India jadi pasar LNG strategis bagi Kanada

Ilustrasi minyak bumi (freepik.com/freepik)

India memiliki permintaan LNG yang sangat tinggi sebagai salah satu pasar energi terpenting di dunia. Menteri Energi Kanada, Tim Hodgson, menekankan peluang besar bagi Kanada untuk memenuhi kebutuhan tersebut setelah berkunjung ke India.

"India memiliki permintaan sangat besar untuk LNG baru," ujar Tim Hodgson, dilansir Bloomberg.

Kunjungan Tim Hodgson menegaskan posisi India sebagai prioritas ekspor energi Kanada. Kanada mulai mengekspor LNG ke Asia sejak Juni 2025 melalui terminal LNG dan LPG di pantai baratnya, dengan India sebagai importir LNG terbesar keempat dan konsumen LPG terbesar ketiga dunia.

Ekspansi pipa Trans Mountain membuka jalur langsung untuk pengiriman minyak mentah ke India. Meskipun sebagian besar kiriman Kanada masih melalui Teluk Meksiko AS, rute baru ini mempercepat waktu pengiriman secara signifikan.

2. Perdana Menteri Kanada kunjungi India untuk perkuat kerja sama energi

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. (World Economic Forum, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons)

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dijadwalkan mengunjungi India sekitar Maret 2026 untuk memperkuat kerja sama di sektor energi. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya reset diplomatik Kanada-India setelah krisis sebelumnya akibat pembunuhan aktivis Sikh Kanada. Carney dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, telah memulai kembali pembicaraan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif sejak November 2025.

Carney memprioritaskan diversifikasi pasar ekspor Kanada di tengah ketegangan perdagangan dengan AS. Saat ini, 97 persen ekspor energi Kanada mengarah ke AS, dan Carney berjanji untuk menggandakan ekspor non-AS. Kunjungan ke India ini menyusul perjalanannya ke Beijing, di mana Kanada sepakat mengurangi hambatan tarif dengan China.

3. Kanada-India janji tingkatkan perdagangan energi dua arah

Ilustrasi kerja sama ekonomi (Pixabay/geralt)

Kanada dan India berjanji meningkatkan perdagangan minyak, LNG, dan LPG secara dua arah untuk memperkuat kemitraan energi kedua negara. Kanada akan memasok lebih banyak minyak mentah, LNG, serta LPG ke India, sementara India akan mengirimkan produk petroleum olahan ke Kanada. Dialog antar-menteri energi yang terhenti akibat krisis diplomatik sebelumnya kini telah direstart secara penuh.

Perdagangan barang dua arah antara kedua negara mencapai 13,3 miliar Kanada (Rp163,8 triliun) pada 2024, dengan potensi ekspansi besar terutama di sektor energi. Saat ini, India hanya menyumbang 1 persen dari ekspor mineral kritis Kanada, menunjukkan peluang signifikan untuk pertumbuhan perdagangan bilateral. Keamanan energi dan diversifikasi pasokan menjadi kunci vitalitas ekonomi bagi kedua negara di tengah dinamika global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team