Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kementan Ungkap Krisis Pupuk Global, Sebut Indonesia Tahan Banting
Ilustrasi Pupuk (dok. Pupuk Indonesia)
  • Kementan mengungkap krisis pupuk global akibat konflik di Selat Hormuz dan penghentian ekspor pupuk oleh China, yang membuat harga urea dunia melonjak lebih dari 40 persen.
  • Negara-negara seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina terdampak serius karena ketergantungan impor pupuk dari China dan kawasan Teluk, sementara petani mulai menunda tanam akibat biaya tinggi.
  • Kementan menyebut Indonesia tetap tangguh berkat diversifikasi pasokan, subsidi pupuk turun 20 persen, serta cadangan beras pemerintah melampaui 5 juta ton untuk menghadapi El Nino dan gejolak global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
22 Oktober 2025

Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sebagai langkah antisipasi menghadapi ketidakstabilan global. Kebijakan ini menjadi dasar penguatan posisi Indonesia di tengah potensi krisis pupuk.

kuartal pertama 2026

Vietnam mengimpor lebih dari 480 ribu ton pupuk dari China sebelum larangan ekspor diberlakukan, yang kemudian mengganggu rantai pasok kawasan Asia Tenggara.

3 Mei 2026

Kementerian Pertanian menyampaikan pernyataan resmi mengenai krisis pupuk global akibat penutupan Selat Hormuz dan penghentian ekspor pupuk oleh China. Kementan menegaskan bahwa Indonesia tetap kokoh berkat kebijakan diversifikasi pasokan dan subsidi pemerintah.

kini

Cadangan beras pemerintah telah melampaui 5 juta ton, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Menteri Pertanian menyatakan Indonesia mampu menjaga stabilitas pangan meski menghadapi ancaman El Nino dan gejolak rantai pasokan global.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Pertanian mengumumkan terjadinya krisis pupuk global akibat gangguan pasokan dari Selat Hormuz dan penghentian ekspor pupuk nitrogen oleh China, yang menyebabkan lonjakan harga urea dunia lebih dari 40 persen.
  • Who?
    Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kondisi tersebut serta menjelaskan langkah pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta, sementara dampak krisis dirasakan di berbagai negara Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina yang bergantung pada impor pupuk.
  • When?
    Keterangan resmi Kementan disampaikan pada Minggu, 3 Mei 2026, dengan kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi telah berlaku sejak 22 Oktober 2025.
  • Why?
    Krisis terjadi karena konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang memicu penutupan Selat Hormuz serta keputusan China menghentikan ekspor pupuk nitrogen utama ke pasar global.
  • How?
    Pemerintah Indonesia menanggapi situasi ini dengan diversifikasi pasokan, penguatan produksi domestik, kebijakan subsidi pupuk, serta menjaga cadangan beras nasional lebih dari lima juta ton untuk stabilitas pangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada masalah pupuk di dunia karena tempat kapal ditutup dan China berhenti kirim pupuk. Banyak negara seperti Thailand dan Vietnam susah tanam karena pupuk mahal. Tapi Indonesia masih kuat. Pak Menteri bilang Presiden Prabowo turunkan harga pupuk dan simpan banyak beras, jadi petani tetap bisa tanam dan makanan aman sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah gejolak krisis pupuk global yang menekan banyak negara Asia Tenggara, Indonesia tampil lebih tangguh berkat kebijakan antisipatif dan penguatan produksi dalam negeri. Penurunan harga pupuk bersubsidi serta diversifikasi pasokan menunjukkan kesiapan pemerintah menghadapi ketidakpastian global, sementara cadangan beras yang mencapai rekor tertinggi memperkuat stabilitas pangan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia mengungkapkan telah terjadi krisis pupuk global imbas penutupan Selat Hormuz yang dipicu dari konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

Ditambah lagi, China menghentikan ekspor pupuk nitrogen utama. Dampaknya, harga urea dunia melonjak lebih dari 40 persen dalam hitungan minggu dan negara-negara Asia Tenggara yang bergantung pada impor pupuk menghadapi ancaman krisis produksi pangan.

1. Kementan sebut Thailand hingga Vietnam hadapi krisis pupuk

Ilustrasi gudang pupuk bersubsidi. (Pupuk Indonesia)

Berdasarkan keterangan resmi Kementan yang dikutip Minggu (3/5/2026), saat ini sebagian besar petani di Thailand mulai enggan menanam akibat lonjakan harga pupuk. Sementara Vietnam menghadapi tekanan terhadap ekspor beras karena terganggunya pasokan dari China dan kawasan Teluk.

Krisis pupuk global juga memperlihatkan kerentanan negara-negara di kawasan. Vietnam yang memasok hampir 80 persen kebutuhan beras Filipina mengimpor lebih dari 480 ribu ton pupuk dari China pada kuartal pertama 2026 sehingga larangan ekspor China berpotensi mengganggu rantai pasoknya.

Filipina yang bergantung pada China untuk 75 persen kebutuhan pupuk juga tidak memiliki penyangga domestik yang kuat.

Sementara itu, Thailand memperoleh sekitar seperlima pupuknya dari China dan 32 persen dari kawasan Teluk yang kini terganggu. Kondisi itu mendorong sebagian petani menunda tanam karena tingginya biaya produksi.

2. Kementan sebut posisi Indonesia tetap kokoh

Ilustrasi sawah. (Dok. Kementan)

Menurut Kementan, di tengah kondisi tersebut, Indonesia berada pada posisi lebih kokoh karena didukung diversifikasi pasokan, penguatan produksi domestik, dan konsistensi kebijakan subsidi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Kebijakan itu telah berlaku sejak 22 Oktober 2025.

“Presiden Prabowo sejak awal sudah membaca bahwa dunia sedang menuju periode yang tidak stabil. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis datang, tapi menjemputnya dengan kebijakan,” kata Amran.

3. Mentan klaim Indonesia tahan hadapi ancaman El Nino

Ilustrasi sawah. (dok. Kementan)

Amran juga mengklaim ketahanan pangan Indonesia tetap kokoh di tengah ancaman El Nino dan ketidakpastian global yang melanda banyak negara.

Dia mengatakan, cadangan beras pemerintah saat ini telah melampaui 5 juta ton yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah, memberikan bantalan yang kuat untuk menjamin ketersediaan pangan nasional dalam berbagai skenario tekanan, baik dari gangguan iklim maupun gejolak rantai pasokan global.

Menurut dia, capaian itu merupakan hasil langsung dari kebijakan produksi yang konsisten, termasuk program pompanisasi, perluasan areal tanam, dan penguatan penyerapan gabah petani oleh Bulog.

Dia mengatakan, dengan stok sebesar itu, Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga pangan di dalam negeri, tetapi juga memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan negara-negara tetangga yang kini berjuang menghadapi tekanan produksi akibat krisis pupuk dan anomali cuaca.

“Inilah buah nyata dari ketepatan visi dan keberanian Presiden Prabowo dalam mengambil keputusan tepat untuk kepentingan petani nasional,” ucap Amran.

Editorial Team