Di Hadapan Prabowo, Mentan Pamer Copot 192 Aparatur Kementan

- Amran mencopot 192 pejabat Kementan, termasuk yang dipenjara.
- Langkah tegas bisa bersih-bersih 1.000 pegawai dalam satu periode pemerintahan.
- Aparatur Kementan yang tidak patuh akan diberhentikan sesuai arahan Prabowo.
- Pencopotan pejabat pernah dilakukan secara massal, delapan hingga sebelas eselon I dicopot dalam satu hari.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan telah mencopot 192 aparatur di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan), bahkan ada yang diproses hukum dan dipenjara.
Hal itu disampaikan Amran dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan panen raya, Rabu (7/1/2026).
"Yang kami copot dari kementerian luar dan dalam Bapak Presiden. Dari dalam Kementerian Pertanian ada 192 pejabat kementerian kami copot, ada kami pecat, ada yang masuk penjara," katanya.
1. Amran sebut bisa bersih-bersih 1.000 pegawai

Amran mengatakan, apabila langkah tegas itu dijalankan secara konsisten dalam satu periode pemerintahan, jumlah pejabat yang dicopot bisa mencapai ribuan.
"Jadi kalau 5 tahun, kalau kami ditakdirkan kalau tidak reshuffle, ah ini berarti dua kali, 1.000 (yang dicopot), Bapak Presiden, habis," ujarnya.
2. Sejalan dengan arahan Prabowo

Dia menegaskan, aparatur Kementan yang tidak menunjukkan kinerja baik atau terbukti bermain-main akan diberhentikan dari jabatannya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi kami beritahu kinerja tidak baik, main-main, perintah Bapak Presiden, kamu harus dicopot. Jadi hanya menjalankan perintah, hanya patuh Bapak Presiden," kata Amran.
3. Pernah copot eselon I secara massal

Amran juga menyampaikan, pencopotan pejabat pernah dilakukan secara massal dalam waktu singkat. Dalam satu hari, delapan hingga sebelas pejabat eselon I pernah dicopot karena dinilai tidak memenuhi target kinerja.
"Eselon 1 pernah kami copot 8 satu hari Bapak Presiden. Pernah 11 satu hari. Kalau tentara itu ya Bintang 3. Aku copot 11. Tidak capai target you menjadi target," tuturnya.
Dia menegaskan, target utama aparatur negara adalah melayani rakyat. Karena itu, dia menekankan pentingnya mencegah praktik korupsi, kolusi, dan mafia di sektor pertanian.


















