Jakarta, IDN Times - PT Timah (Persero) Tbk atau TINS mengungkapkan terjadinya penurunan ekspor timah Indonesia sejak 2022 hingga saat ini yang disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk tambang ilegal di Bangka Belitung (Babel).
Praktek penambangan timah tanpa izin di Bangka Belitung disebut karena tata kelola pertimahan yang belum membaik. Kondisi tersebut secara negatif memengaruhi bisnis pertambangan di Indonesia, termasuk perusahaan milik negara tersebut.
Faktor lain yang menyebabkan penurunan ekspor adalah lambatnya pemulihan perekonomian global dan domestik serta tekanan harga logam timah dunia pada 2023, yang dipengaruhi oleh penguatan mata uang AS dan menurunnya permintaan timah karena tingginya persediaan di London Metal Exchange (LME).
"Kondisi ekonomi global dan domestik yang belum membaik serta lemahnya permintaan logam timah global ditengah aktivitas penambangan tanpa izin berdampak pada kinerja perseroan di tahun 2023,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS Fina Eliani dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (1/4/2024).
