Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia mulai mewaspadai dampak lonjakan harga komoditas global terhadap inflasi domestik, terutama bagi industri yang masih bergantung pada bahan baku impor dan kebutuhan pangan dari luar negeri. Meski begitu, BI memastikan tekanan imported inflation hingga saat ini masih relatif terkendali.
Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman menjelaskan, imported inflation umumnya terjadi akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melalui mekanisme exchange rate pass-through. Namun, dampak pelemahan rupiah terhadap harga barang impor dinilai tidak sebesar sebelumnya.
Hal itu ditopang oleh semakin dalamnya pasar keuangan domestik, meningkatnya penggunaan instrumen lindung nilai (hedging), hingga konsistensi kebijakan BI dalam menjaga stabilitas rupiah.
“Karena kita sudah melakukan proses pendalaman pasar uang, kemudian transaksi hedging juga tersedia, dan terlebih lagi komitmen kebijakan BI dalam menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah, maka angka exchange rate pass-through ini dari pengamatan kami semakin lama semakin kecil,” ujarnya AIda dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (20/5/2026).
