Jakarta, IDN Times - Setelah lebih dari tiga bulan harga Pertamax bertahan di tengah pelemahan nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), akhirnya hari ini, Rabu (10/6/2026) naik.
Dari semula harganya Rp12.300 per liter, kini menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikannya mencapai Rp3.950 per liter atau 32,11 persen.
Tak hanya Pertamax (RON 92), PT Pertamina (Persero) juga mengumumkan kenaikan harga Pertamax Green 95 (RON 95), dari Rp12.900 menjadi Rp17 ribu per liter. Kenaikannya mencapai Rp4.100 per liter atau 31,8 persen.
Sementara itu, harga Pertamax Turbo masih di Rp20.750 per liter. Penyesuaian harga Pertamax Turbo baru saja terjadi pada Senin, (1/6) lalu, dari semula Rp19.900 per liter.
Harga BBM non-subsidi lainnya tak mengalami kenaikan, yakni Dexlite (CN 51) tetap di Rp23 ribu per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp24.800 per liter.
Pertamina menyebut kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 telah melalui koordinasi dengan pemerintah. Kebijakan itu diambil berdasarkan evaluasi berkala terhadap pergerakan harga minyak dunia dan kondisi harga pasar keekonomian.
“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” ucap Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun dikutip dari keterangan resmi.
