Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi vaksin pneumonia (aarp.org)
ilustrasi vaksin pneumonia (aarp.org)

Intinya sih...

  • Kimia Farma bekerja sama dengan Pfizer untuk memperkuat vaksinasi nasional, fokus pada vaksin pneumonia.

  • Pneumonia masih menjadi penyebab utama rawat inap di Indonesia, meningkatkan beban layanan kesehatan terutama pada kelompok rentan.

  • Vaksin pneumonia belum diwajibkan dalam program nasional, namun dipertimbangkan sebagai vaksin tambahan bagi kelompok risiko tinggi seperti jemaah haji dan umrah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Kimia Farma Diagnostika bekerja sama dengan PT Pfizer Indonesia terkait penguatan vaksinasi nasional, dengan fokus pada vaksin pneumonia.

Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama rawat inap di Indonesia dan kerap menambah beban layanan kesehatan, terutama pada kelompok rentan.

"Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan komitmen kami untuk tidak hanya menyediakan layanan kesehatan terintegrasi, tetapi juga berperan aktif dalam pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Arie Genipa Suhendi dikutip dari keterangan resmi, Minggu (15/2/2026).

1. Pneumonia masih menjadi beban besar layanan kesehatan

PT Kimia Farma Diagnostika bekerja sama dengan PT Pfizer Indonesia terkait penguatan vaksinasi nasional, dengan fokus pada vaksin pneumonia. (dok. KFD)

Di fasilitas kesehatan, pneumonia termasuk penyakit dengan tingkat rawat inap yang tinggi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Penanganannya membutuhkan perawatan intensif dan durasi rawat inap yang relatif panjang.

Kondisi itu membuat pneumonia tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga pada kapasitas rumah sakit dan pembiayaan layanan kesehatan secara keseluruhan.

2. Vaksin pneumonia berada di luar skema vaksin wajib bagi jemaah haji dan umrah

ilustrasi Masjidil Haram, Makkah (IDN Times/Mela Hapsari)

Berbeda dengan vaksin dalam program nasional, vaksin pneumonia hingga kini belum diwajibkan, terutama bagi jemaah haji dan umrah.

Namun, Arie mengatakan vaksin tersebut mulai dipertimbangkan sebagai vaksin tambahan, terutama bagi kelompok dengan risiko paparan tinggi, termasuk jemaah haji dan umrah, yang menghadapi kepadatan tinggi, kelelahan fisik, serta paparan lingkungan selama ibadah.

Faktor-faktor itu meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, termasuk pneumonia.

3. Kerja sama dengan Pfizer mencakup sosialisasi untuk nakes

ilustrasi vaksin (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Arie mengatakan, kerja sama ini berkaitan dengan upaya pencegahan penyakit melalui vaksinasi.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer juga menggelar kegiatan ilmiah bagi tenaga kesehatan. Kegiatan itu ditujukan untuk memperkuat pemahaman mengenai peran vaksinasi dalam menekan beban penyakit.

“Kami berupaya berperan dalam pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Arie.

Editorial Team