Jakarta, IDN Times - Bank Sentral Republik Demokratik Kongo (BCC) mengumumkan kebijakan baru yang menghentikan penggunaan uang tunai dolar Amerika Serikat (AS) di negara tersebut. Pengumuman ini disampaikan oleh Gubernur BCC, André Wameso, dalam Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, D.C.
Kebijakan yang akan berlaku efektif awal tahun depan ini bertujuan untuk mencegah tindak pidana pencucian uang dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap mata uang franc Kongo. Melalui program de-dolarisasi, pemerintah akan mengalihkan transaksi keuangan ke sistem digital agar peredaran uang lebih transparan dan mudah diawasi oleh negara.
