Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tambang Mineral Kongo Longsor, Lebih dari 200 Orang Tewas

Sebuah mobil sedang berjalan di area tambang.
ilustrasi area tambang (pexels.com/Gansham Ramchandani)
Intinya sih...
  • Tambang Coltan Rubaya di Provinsi Kivu Utara, Kongo mengalami longsor akibat hujan deras.
  • Beberapa penambang masih terjebak di dalam tambang setelah longsor, meskipun sebagian korban sudah diselamatkan.
  • Insiden longsor ini bukan yang pertama kali terjadi di tambang Coltan Rubaya, karena peristiwa serupa juga terjadi pada Juni 2025.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tambang mineral di Republik Demokratik Kongo dilaporkan mengalami longsor pada Rabu (28/1/2026). Menurut laporan Reuters pada Jumat (30/1/2026), insiden ini menewaskan 200 orang, termasuk para penambang, pedagang, dan anak-anak. Sementara itu, 20 orang lainnya mengalami luka-luka.

“Lebih dari 200 orang menjadi korban tanah longsor ini, termasuk penambang, anak-anak, dan pedagang wanita. Beberapa orang berhasil diselamatkan tepat waktu dan mengalami luka serius,” kata juru bicara Provinsi Kivu Utara, Muyisa, seraya menambahkan korban luka saat ini sudah mendapat perawatan intensif.

1. Tambang mengalami longsor imbas hujan deras

Hujan lebat di perumahan.
ilustrasi hujan lebat (unsplash.com/A A)

Tambang tersebut berada di Provinsi Kivu Utara, wilayah Republik Demokratik Kongo bagian timur. Tambang yang bernama Rubaya itu memproduksi Coltan, yakni jenis mineral yang biasanya digunakan sebagai bahan baku produksi telepon seluler, komputer, komponen kedirgantaraan, dan turbin gas.

Menurut keterangan Muyisa, tambang itu mengalami longsor imbas hujan deras. Sebab, Republik Demokratik Kongo saat ini sedang mengalami musim hujan yang cukup ekstrem. Hujan deras yang menghantam tambang setiap hari menyebabkan konsentrasi tanah jadi jenuh sehingga terjadi longsor.

“Kita sedang berada di musim hujan. Tanahnya rapuh. Tanah itulah yang ambruk saat para korban berada di dalam lubang (tambang),” jelas Muyisa.

2. Beberapa penambang masih terjebak di dalam tambang

Sebuah mobil sedang berjalan di area tambang.
ilustrasi area tambang (pexels.com/Tom Fisk)

Seorang penambang yang bekerja di tambang Coltan Rubaya, Franck Bolingo, mengatakan beberapa penambang kemungkinan masih terjebak di dalam lubang tambang. Sebab, beberapa dari mereka tidak sempat menyelamatkan diri saat longsor terjadi.

“Hujan turun, lalu terjadi tanah longsor dan menyapu orang-orang. Beberapa terkubur hidup-hidup dan yang lainnya masih terjebak di dalam lubang-lubang tersebut,” kata Bolingo saat diwawancarai AFP.

Namun, Gubernur Provinsi Kivu Utara, Eraston Bahati Musanga, menjelaskan saat ini beberapa korban sudah berhasil diselamatkan. Petugas penyelamat juga akan terus berupaya mencari dan mengevakuasi para korban yang diduga masih terjebak di dalam tambang.

3. Tambang Coltan Rubaya juga pernah longsor pada 2025

Tanah longsor di pegunungan.
ilustrasi tanah longsor (pixabay.com/Sergio Cerrato)

Insiden longsor di tambang Coltan Rubaya sebetulnya bukan kali pertama. Sebab, peristiwa serupa juga pernah terjadi di tambang yang sama pada Juni 2025 lalu.

Saat itu, longsor di sana dilaporkan menewaskan 12 orang. Jumlah korban tewas tidak sebanyak insiden yang baru saja terjadi karena para penambang saat itu banyak yang berhasil menyelamatkan diri.

Sebagai informasi, peristiwa longsor memang sering terjadi di Republik Demokratik Kongo. Sebab, banyak tambang di sana yang dibuka tanpa memenuhi standar keamanan. 

Banyak juga tambang di sana yang dikelola secara tradisional tanpa pengawasan dari petugas ahli. Para penambang juga sering tidak dilengkapi perlengkapan keamanan khusus saat melakukan pekerjaannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Longsor Cisarua, Kemenag Beri Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah-Guru

01 Feb 2026, 18:18 WIBNews