Jakarta, IDN Times - Pemerintah Korea Selatan pada Selasa (27/1/2026), bergerak cepat meyakinkan Amerika Serikat (AS) bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjalankan kesepakatan dagang dan paket investasi besar di AS. Langkah ini diambil setelah Presiden Donald Trump mengancam akan kembali menaikkan tarif terhadap produk impor dari Korea Selatan, terutama di sektor otomotif dan beberapa komoditas lain yang sebelumnya telah mendapat keringanan tarif melalui perjanjian yang disepakati tahun lalu.
Pernyataan resmi dari Seoul dikeluarkan menyusul kritik Trump yang menuding parlemen Korea Selatan lamban dalam mengesahkan paket kesepakatan investasi bernilai ratusan miliar dolar AS, yang mana merupakan bagian utama dari kerja sama ekonomi kedua negara. Ketegangan terbaru ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya hubungan perdagangan antara Washington dan Seoul, yang selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam rantai pasok global.
