Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Badai Tarif Trump Hantam Korsel: Hyundai dan Kia Bakal Terimbas?

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)
ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)

Presiden Donald Trump kembali memicu kegempaan di pasar otomotif global dengan mengumumkan kenaikan tarif impor baru yang menyasar barang-barang asal Korea Selatan. Langkah agresif ini mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari produk farmasi hingga industri otomotif yang menjadi tulang punggung ekspor Negeri Ginseng tersebut ke Amerika Serikat.

Trump berdalih bahwa keputusan ini diambil karena lambatnya persetujuan kesepakatan dagang oleh badan legislatif Korea Selatan yang sebelumnya telah disepakati tahun lalu. Dampaknya, pabrikan besar seperti Hyundai, Kia, dan Genesis kini berada di bawah bayang-bayang kenaikan harga jual yang signifikan di pasar Amerika Serikat, yang berpotensi merusak daya saing mereka terhadap kompetitor lokal.

1. Eskalasi tarif dan alasan politik di balik keputusan

Ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)
Ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Carscoops, tarif impor untuk kendaraan asal Korea Selatan direncanakan melonjak dari 15 persen menjadi 25 persen. Trump menegaskan melalui media sosial bahwa kesepakatan dagang sangat penting bagi Amerika, dan ia mengharapkan perlakuan timbal balik yang setara dari mitra dagangnya. Karena legislatif Korea Selatan belum meratifikasi perjanjian tersebut, Trump merasa perlu memberikan tekanan ekonomi lebih lanjut.

Langkah ini menciptakan ketidakpastian besar bagi rantai pasok otomotif. Hyundai dan Kia, yang memiliki basis penggemar luas di Amerika, terpaksa harus menghitung ulang strategi penetapan harga mereka. Jika kenaikan tarif 25 persen ini benar-benar diterapkan secara permanen, harga mobil di tingkat konsumen diperkirakan akan naik tajam, yang pada akhirnya dapat menurunkan angka penjualan unit secara drastis di wilayah Amerika Utara.

2. Fenomena TACO dan pola negosiasi yang tidak menentu

Ilustrasi pabrik mobil. (unsplash.com/carlos aranda)
Ilustrasi pabrik mobil. (unsplash.com/carlos aranda)

Meskipun ancaman ini terdengar sangat serius, banyak pengamat ekonomi yang menyoroti kebiasaan Trump dalam mengumumkan kebijakan secara impulsif. Muncul istilah "TACO" atau Trump Always Chickens Out, sebuah akronim yang menggambarkan pola di mana sang presiden memberikan ancaman besar untuk menekan lawan bicara, namun sering kali membatalkan atau melunakkan ancaman tersebut setelah kesepakatan tercapai.

Pola ini sebelumnya pernah terlihat dalam ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa terkait isu pembelian Greenland. Strategi "gertakan" ini memang efektif untuk memaksa mitra dagang segera bertindak, namun di sisi lain menciptakan volatilitas pasar yang melelahkan bagi para pelaku industri. Banyak pihak yang meragukan apakah tarif 25 persen ini akan bertahan lama atau hanya sekadar alat tawar untuk mempercepat proses legislasi di Seoul.

3. Keputusan Mahkamah Agung sebagai penentu akhir

Kia Sonet (kia.com)
Kia Sonet (kia.com)

Di tengah ketegangan ini, posisi Trump yang sering kali melangkahi wewenang Kongres dalam menetapkan tarif melalui keputusan sepihak mulai dipertanyakan secara hukum. Jika Senat dan DPR Amerika Serikat dilibatkan dalam proses ini, kemungkinan besar regulasi tarif akan terlihat jauh lebih moderat dan tidak sepihak. Oleh karena itu, semua mata kini tertuju pada lembaga peradilan tertinggi di Amerika Serikat.

Mahkamah Agung dikabarkan akan segera mengumumkan keputusan krusial dalam beberapa minggu mendatang mengenai sah atau tidaknya langkah Trump dalam menetapkan tarif secara mendadak tanpa persetujuan legislatif. Keputusan ini akan menjadi titik penentu apakah Hyundai dan Kia benar-benar harus membayar harga mahal untuk perang dagang ini, atau apakah kebijakan tarif tersebut akan dibatalkan demi stabilitas ekonomi global yang lebih luas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Badai Tarif Trump Hantam Korsel: Hyundai dan Kia Bakal Terimbas?

28 Jan 2026, 21:05 WIBAutomotive