ilustrasi lowongan kerja (IDN Times/Nathan Manaloe)
Kalau janji 19 juta itu kan seperti Pak Wapres ngomong di kampanye, itu sih enggak, enggak tercapailah ya. Ambisius, itu hanya bombastis kampanye, realitasnya enggak ada.
Yang kedua, sayangnya penciptaan lapangan kerja di tahun 2025 ini lebih ke banyak sektor informal. Kita ambil contoh MBG (Makan Bergizi Gratis), itu bagus ya, programnya sangat bagus. Penyerapan tenaga kerjanya cuma sektor informal. Apa itu sektor informal? Pertama enggak punya jaminan sosial, enggak ada jamsostek. Dua, tidak ada persyaratan kerja. Dua, gaji di bawah upah minimum. Tiga, tidak ada hubungan kerja yang permanen. Nah di MBG kan seperti itu. Gajinya kalau gak salah kan satu setengah juta kan, sampai dua juta, kan rendah sekali. Atau nanti kalau jalan nih Koperasi Desa, itu pun juga sektor informal.
Nah selain apa, menjadi program unggulan untuk menyerap tenaga kerja di sektor informal, harusnya tadi yang saya sebut, reindustrialisasi. Apa itu reindustrialisasi? Menghidupkan kembali sektor formal, industri-industrinya, atau biasa kita sebut sektor riil. Misal industri tekstil dan garmen. Apa konsep dan roadmap kita terhadap industri tekstil dan garmen yang menyerap tenaga kerja besar-besaran?
Saya ambil contoh ya. Kepolisian Republik Indonesia atau Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Pak Jenderal Listyo Sigit memberikan satu order kepada satu perusahaan tekstil yang sudah tutup. Ini perusahaan tekstil udah tutup, namanya Wong Hang Bersaudara. Saya waktu itu datang diundang ke Pemalang, Wong Hang Bersaudara, pabrik tekstil. Udah tutup dua tahun yang lalu. Kemudian oleh Polri dikasih order, "Nih kamu kasih order", yaitu seragam Polri. Nah berarti kan Polri itu menjalankan perintah Presiden, yaitu menciptakan lapangan kerja baru. Sekarang hidup lagi tuh, karena order dari Polri, bukan dari luar, dari Polri. Nah itu 1.500 tenaga kerja terserap. Nah itu contoh yang bener.
Nah Presiden pernah ngomong, "Kita gampang, saya akan berikan gratis 3 seragam anak SD setahun, 3 seragam anak SMP, SMA, Perguruan Tinggi, TNI, Polri, ASN." Itu saja, itu pasti akan menyerap tenaga kerja reindustrialisasi di sektor tekstil bisa ratusan ribu. Nah ini sudah dimulai oleh Polri ya, di Wong Hang Bersaudara itu, Pemalang, di Pemalang. Nah itu contohnya. Kira-kira begitu.