ilustrasi bank (IDN Times/Arief Rahmat)
Purbaya menjelaskan, sejak September 2025 hingga Maret 2026, pemerintah telah menempatkan dana SAL sebesar Rp300 triliun di bank-bank Himbara. Namun, sekitar dua pekan lalu pemerintah mulai menarik sebagian dana tersebut. Setelah penarikan dilakukan, pemerintah melihat likuiditas perbankan mulai mengetat sehingga diputuskan untuk kembali menambah penempatan dana.
Setelah penarikan, dana SAL yang masih tersisa di Himbara sebesar Rp170 triliun. Pemerintah kemudian menambah penempatan dana sebesar Rp230 triliun sehingga total dana SAL yang ditempatkan di Himbara kembali menjadi Rp400 triliun.
"Kemarin sudah diambil, tetapi di sana masih ada Rp170 triliun. Saya balikin lagi. Jadi Rp200 triliun untuk jangka panjang, tambah Rp100 triliun lagi dengan tenor sekitar tiga sampai empat bulan, lalu tambah lagi Rp100 triliun yang fleksibel. Jadi totalnya Rp400 triliun," tutur Purbaya.