Comscore Tracker

5 Sebab Harga Semurah Mungkin Bukan Kunci Dagangan Laris

Dengan harga segitu, bisakah usahamu bertahan?

Berdagang merupakan salah satu pekerjaan yang diminati orang. Beragam produk barang dan jasa dapat diperjualbelikan dan mampu menjadi sumber penghasilan rutin yang tidak sedikit. Namun, banyaknya pedagang juga membuat persaingan antarpemilik usaha menjadi lebih sengit. 

Masing-masing pedagang tentu perlu memikirkan strategi supaya produknya laku keras. Di antara strategi yang kerap dicoba ialah dengan memasang harga miring, kalau bisa lebih murah daripada dagangan di tempat lain. Namun, efektifkah strategi ini atau justru berpotensi bikin usahamu buntung alih-alih untung? Simak ulasannya berikut ini.

1. Harga yang terlalu murah bikin pembeli ragu akan kualitas serta keaslian produk

5 Sebab Harga Semurah Mungkin Bukan Kunci Dagangan Larisilustrasi mencoba makanan (pexels.com/Gustavo Fring)

Contoh, kamu menjual makanan berbahan daging. Semua orang rasanya juga tahu bahwa harga daging tidaklah murah. Namun, produkmu dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan produk sejenis. Sudah tentu orang-orang menjadi bertanya-tanya tentang daging yang kamu gunakan.

Sekalipun kamu mencantumkan daging ayam di komposisinya dan bukan daging sapi, bila terlalu murah, calon pembeli tetap ketar-ketir. Jangan-jangan, daging ayamnya tidak segar atau bahkan dari ayam tiren.

Selain kualitas produk, keasliannya pun bakal diragukan kalau harganya di bawah yang umum diketahui orang. Kecuali, kamu memberi keterangan bahwa barang yang dijual tidaklah baru atau dikeluarkan dalam rangka cuci gudang.

2. Dengan keuntungan yang terlalu kecil, jangan-jangan tidak menutup biaya operasionalmu

5 Sebab Harga Semurah Mungkin Bukan Kunci Dagangan Larisilustrasi memilih produk (pexels.com/Anna Tarazevich)

Untung, sih, untung. Hanya saja, laba kotornya saja sangat sedikit. Apakah dengan keuntungan sebesar itu kamu mampu memutarnya untuk modal besok? Sebab kamu tidak mengalami kerugian, modal yang kemarin dikeluarkan sudah tertutup.

Akan tetapi, modal untuk produksi berikutnya bisa saja mengalami kenaikan disebabkan harga bahan bakunya juga naik. Belum lagi biaya lain-lain yang apabila tidak dicukupi justru mengancam jalannya usahamu. Niatmu memasang harga yang terjangkau memang baik, tetapi pertimbangkan masak-masak kelangsungan usahamu.

Baca Juga: Strategi Bisnis Fashion Desainer Bertahan di Tengah Pandemik COVID-19

3. Orang akan tetap membeli suatu produk bila memang ia membutuhkan atau menyukainya

5 Sebab Harga Semurah Mungkin Bukan Kunci Dagangan Larisilustrasi mencoba kacamata (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Sebagai pemilik usaha, tentu kamu perlu menjaga pelangganmu sekaligus berusaha menarik minat calon pembeli baru. Namun, terlalu khawatir daganganmu tak dilirik orang juga tidak beralasan. Sebab sesungguhnya baik pemilik usaha atau penjual dengan pembeli selalu saling membutuhkan.

Kunci terjadinya transaksi adalah apakah mereka membutuhkan atau menginginkan produk yang kamu jual? Kalau satu di antara kedua hal tersebut telah dirasakan calon pembeli, mereka pasti tetap membelinya, kok. Sebaliknya, menjual produk dengan harga semurah-murahnya belum tentu diminati, apabila orang tidak sedang membutuhkan atau menginginkannya.

4. Terjebak dalam strategi banting-bantingan harga bikin usahamu tampak tak berkelas

5 Sebab Harga Semurah Mungkin Bukan Kunci Dagangan Larisilustrasi belanja pakaian (pexels.com/mentatdgt)

Akui saja, apakah selama ini kamu langsung panik bila melihat harga produk sejenis di lapak yang lain? Berapa pun harga yang terpasang selalu mendorongmu buat menurunkan harga produk yang kamu jual. Harapannya dengan harga yang paling murah dibandingkan dagangan orang lain, penjualanmu akan meningkat pesat.

Amati kesesuaiannya dengan kenyataan. Barangkali angka penjualanmu memang sempat naik setelah menurunkan harga satu atau dua kali. Namun, pada penurunan harga berikutnya, jumlah pembeli tetap atau justru berkurang.

Mengapa hal tersebut terjadi? Pertama, seperti disebutkan dalam poin pertama, orang jadi meragukan kualitas dan keaslian produk yang dijual. Kedua, mereka juga dapat kehilangan respek terhadap kamu yang mencoba melakukan persaingan tidak sehat dengan kompetitor. Ketiga, orang-orang hanya dalam posisi menunggu berapa lama usahamu mampu bertahan dengan memasang harga serendah itu.

5. Selain harga dan kualitas produk, orang juga menghargai pelayanan yang ramah serta mudah

5 Sebab Harga Semurah Mungkin Bukan Kunci Dagangan Larisilustrasi belanja pakaian (pexels.com/MART PRODUCTION)

Terutama di zaman sekarang ketika kesibukan orang makin tinggi dan kepraktisan kian diburu, calon pembeli sering tidak keberatan untuk membayar lebih mahal suatu barang. Dengan catatan, di samping kualitasnya terjamin, pelayanannya juga ramah dan mudah.

Senyum, salam, dan sapa wajib diterapkan ketika kamu atau karyawanmu melayani pembeli. Pilihan cara pembayaran juga selengkap mungkin. Jangan lupa untuk menyediakan layanan pengiriman belanjaan dan cara pemesanan secara online.

Dalam usaha apa pun, inovasi perlu terus dilakukan. Hindari bertumpu pada menetapkan harga semurah-murahnya karena ini dapat menjadi petaka bagimu. Tetapkan harga yang wajar setelah kamu menghitung dengan cermat modal dan biaya operasional agar kamu tak merugi.

Baca Juga: 5 Etika Membeli Dagangan Teman, Jangan Minta Gratisan!

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ines Sela Melia

Berita Terkini Lainnya