Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia mulai mengeksekusi konsolidasi besar-besaran di sektor BUMN konstruksi. Bulan depan, empat BUMN karya ditargetkan rampung menggelar aksi penggabungan usaha (merger), yakni PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), serta PT Nindya Karya (Persero) dengan PT Brantas Abipraya (Persero).
Langkah taktis ini diambil demi memperkuat struktur permodalan serta efisiensi operasional BUMN karya di tengah dinamika industri infrastruktur tanah air.
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan pihaknya masih mengkaji BUMN mana yang yang akan menjadi entitas bertahan alias surviving entity. Dia mengatakan, hal itu masih dalam kajian.
“Surviving entity-nya lagi dikaji oleh teman-teman. Ya tentu dilihat dari berbagai macam aspeknya. Kita tidak terlalu fokus kepada siapa menang, dan bukan menang dan kalahnya,” ujar Dony di Jakarta.
Tapi bagaimana kemudian mereka bersatu menjadi perusahaan yang baik,” tutur Dony pada Kamis, (8/10/2026) lalu.
Menurutnya, perusahaan yang akan menjadi surviving entity itu harus dikaji dari sisi kinerja keuangan dan kapasitas internal, mencakup tata kelola organisasi hingga sumber daya manusia (SDM).
“Lagi dikaji mana dari financial aspect maupun dari internal capabilities-nya tadi. Apakah organisasinya, orangnya semua di asesmen. Nah nanti tentu akan diumumkan,” ujar Dony.
Khususnya untuk PTPP dan ADHI, kedua perusahaan terbuka itu telah merilis laporan keuangan semester I-2026. Berikut rinciannya.
