ilustrasi neraca perdagangan (Freepik.com/Mohd Azrin)
Deputi Bidang Statistik dan Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, Indonesia telah mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 70 bulan berturut-turut, terhitung sejak Mei 2020. Namun, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 lebih rendah dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 3,1 miliar dolar AS, meski lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 yang 0,95 miliar dolar AS.
“Surplus pada bulan Februari ini lebih didorong oleh surplus pada komoditi nonmigasnya, yaitu surplus sebesar 2,19 miliar dolarAS, dengan komoditi penyumbang surplus untuk nonmigas, yaitu yang pertama lemak dan minyak hewan nabati,” ucap Ateng dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/4/2026).