Impor Februari 2026 Tembus 20,89 Miliar Dolar AS, Naik 10,85 Persen

- Nilai impor Indonesia Februari 2026 mencapai 20,89 miliar dolar AS, naik 10,85 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan impor nonmigas meningkat signifikan hingga 18,24 persen.
- Impor barang modal melonjak paling tinggi sebesar 33,68 persen year on year, sementara bahan baku dan penolong tetap menjadi penyumbang utama kenaikan nilai impor nasional.
- Tiga negara asal utama impor nonmigas adalah China, Australia, dan Singapura; impor mesin dari Singapura tercatat naik tajam hingga lebih dari 400 persen secara tahunan.
Jakarta, IDN Times - Kinerja impor Indonesia pada Februari 2026 mengalami kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, nilai impor Indonesia tembus 20,89 miliar dolar Amerika Serikat (AS), naik 10,85 persen secara year on year (yoy).
Dari angka tersebut, nilai impor migas pada Februari 2026 sebesar 2 miliar dolar AS, turun 30,36 persen dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 2,87 miliar dolar AS. Sementara itu, nilai impor nonmigas mencapai 18,9 miliar dolar AS, naik 18,24 persen (yoy).
1. Impor barang modal melonjak

Dari penggunaan, pada Februari 2026, impor barang konsumsi mencapai 1,76 miliar dolar AS, naik 19,84 persen (yoy). Lalu, impor bahan baku/penolong mencapai 14,52 miliar dolar AS, naik 4,25 persen (yoy).
Peningkatan impor terbesar dari sisi penggunaan barang ialah barang modal, dengan nilai 4,61 miliar dolar AS, naik 33,68 persen (yoy).
“Barang modal naik sebesar 33,68 persen dengan andil sebesar 6,16 persen,” kata Deputi Bidang Statistik dan Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/4/2026).
2. Perkembangan impor sepanjang 2026

Secara kumulatif, nilai impor Indonesia pada Januari-Februari 2026 mencapai 42,09 miliar dolar AS, naik 14,44 persen (yoy). Peningkatan nilai impor tersebut disumbang oleh impor bahan baku penolong dengan andil 6,78 persen.
“Sebagai penyumbang utama peningkatan impor, untuk nilai impor bahan baku dan penolong mencapai 29,40 miliar dolar AS atau naik 9,27 persen dibandingkan dari yang sama tahun yang lalu,” ucap Ateng.
3. Impor mesin dari Singapura melonjak lebih dari 400 persen

Ada tiga negara asal utama impor nonmigas Indonesia pada Januari-Februari 2026. Pertama, China dengan nilai impor 15,68 miliar dolar AS, dan andil 42,46 persen.
Komoditas terbanyak yang diimpor dari China adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (kode HS 84), mesin/peralatan elektronik dan bagiannya (HS 85), serta plastik dan barang dari plastik (HS 39).
Di posisi kedua adalah Australia, dengan nilai impor 2,07 miliar dolar AS, dan andil 5,6 persen. Komoditas terbanyak yang diimpor Indonesia dari Australia adalah logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71), serealia (HS 10), dan bahan bakar mineral (HS 27).
Di posisi ketiga ada Singapura, dengan nilai impor 2 miliar dolar AS. Ada tiga komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Singapura, yakni mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (kode HS 84), logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71), serta mesin/peralatan elektronik dan bagiannya (HS 85).
Menariknya, impor mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (kode HS 84) dari Singapura melonjak drastis, yakni hingga 404,78 persen secara c-to-c.


















