Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nyaris Tembus Rp1 Juta per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Nyaris Tembus Rp1 Juta per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Ilustrasi Emas (IDN Times/Aditya Pratama)

Jakarta, IDN Times - Harga emas produksi PT Aneka Tambang atau Antam kembali tak bergerak alias stagnan. Harga emas hari ini, Minggu (19/6/2022), masih bertahan di Rp999 ribu per gram. Harga emas bertahan di posisi tersebut dalam 3 hari terakhir.

Harga jual kembali atau buyback juga tak mengalami perubahan sejak kemarin, yakni di Rp876 ribu per gram berdasarkan pantauan IDN Times dari logammulia.com.

1. Harga emas Antam dalam pecahan lain

Ilustrasi Emas (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Emas (IDN Times/Aditya Pratama)

Berikut ini harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0.5 gram: Rp549,5 ribu
  • Harga emas 1 gram: Rp999 ribu
  • Harga emas 2 gram: Rp1,938 juta
  • Harga emas 3 gram: Rp2,882 juta
  • Harga emas 5 gram: Rp4,77 juta
  • Harga emas 10 gram: Rp9,485 juta
  • Harga emas 25 gram: Rp23,587 juta
  • Harga emas 50 gram: Rp47,095 juta
  • Harga emas 100 gram: Rp94,112 juta
  • Harga emas 250 gram: Rp235,015 juta
  • Harga emas 500 gram: Rp469,82 juta
  • Harga emas 1.000 gram: Rp939,6 juta

Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

2. Emas fisik merupakan instrumen investasi berisiko rendah

ilustrasi emas (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi emas (IDN Times/Aditya Pratama)

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi.

Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.

"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," ucap Andy kepada IDN Times.

Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil.

Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.

3. Cara menghitung keuntungan investasi emas

ilustrasi kenaikan harga emas. (IDN Times/Nathaniel Tegar)
ilustrasi kenaikan harga emas. (IDN Times/Nathaniel Tegar)

Cara menghitung keuntungan berinvestasi emas ialah dengan mencari selisih harga jual dan harga beli. Misalnya, harga beli emas Antam Rp1,021 juta per gram dan harga jual kembali Rp917 ribu per gram.

Ada selisih Rp104 ribu dari harga jual dan harga beli. Artinya, kamu harus menunggu sampai selisih harga melebihi harga beli agar meraih keuntungan.

Apabila kamu beli emas Rp1,031 juta pada pagi hari, lalu sore harinya ingin dijual, kamu rugi Rp104 ribu. Berbeda halnya apabila kamu membeli emas hari ini, lalu dijual kembali lima tahun kemudian. Oleh sebab itu, emas kerap disebut sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rendra Saputra
Jumawan Syahrudin
Rendra Saputra
EditorRendra Saputra
Follow Us

Latest in Business

See More

Bukan Hanya Kenaikan Harga BBM, Ini Sederet Faktor Pemicu Inflasi

05 Apr 2026, 08:02 WIBBusiness