Deretan 7 Konglomerat Terkaya di Singapura 2026 dan Aset Fantastisnya

- Singapura mencatat lonjakan jumlah miliarder pada 2026, didorong oleh pertumbuhan sektor teknologi, kesehatan, properti, dan kuliner yang memperkuat posisi negara ini sebagai pusat ekonomi global.
- Jason Chang memimpin daftar orang terkaya dengan kekayaan sekitar 12,3 miliar dolar AS dari bisnis semikonduktor dan properti, diikuti Li Xiting dari industri alat kesehatan serta Philip Ng dari sektor properti.
- Daftar konglomerat 2026 menegaskan bahwa inovasi, ekspansi global, dan strategi bisnis jangka panjang menjadi kunci utama kesuksesan para pengusaha Singapura lintas industri.
Singapura kembali mencuri perhatian dunia pada 2026 karena pertumbuhan jumlah miliarder yang semakin pesat dan signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data terbaru Forbes, negara kota ini kini dihuni oleh puluhan orang super kaya yang berasal dari berbagai sektor industri strategis, mulai dari teknologi, kesehatan, hingga properti dan kuliner. Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Jason Chang yang berhasil naik ke posisi teratas sebagai orang terkaya tahun ini.
Tak hanya itu, daftar orang terkaya di Singapura 2026 juga menunjukkan bagaimana kekayaan besar bisa berasal dari inovasi, ekspansi global, serta strategi bisnis jangka panjang yang matang. Fenomena ini sekaligus mencerminkan kuatnya ekosistem bisnis di Singapura yang mendukung pertumbuhan para konglomerat baru. Lalu, siapa saja sosok di balik daftar orang terkaya di Singapura 2026? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
1. Jason Chang memimpin daftar orang terkaya Singapura 2026

Jason Chang menjadi sosok paling kaya di Singapura pada 2026 dengan kekayaan mencapai sekitar 12,3 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp199,84 triliun, yang sebagian besar berasal dari bisnis teknologi semikonduktor yang terus berkembang pesat di pasar global. Ia dikenal sebagai pimpinan ASE Technology Holding, perusahaan yang bergerak di bidang perakitan dan pengujian semikonduktor, yang memiliki peran penting dalam rantai pasok industri elektronik dunia.
Selain mengandalkan bisnis teknologi, Jason Chang juga memperkuat portofolio kekayaannya melalui investasi di sektor properti lewat Sino Horizon Holdings, yang memberikan sumber pendapatan tambahan yang stabil. Strategi diversifikasi bisnis ini membuat kekayaannya tidak hanya besar, tetapi juga relatif tahan terhadap fluktuasi ekonomi global. Tak heran jika posisinya melonjak dan berhasil menduduki peringkat pertama tahun ini.
2. Li Xiting membangun kekayaan dari sektor kesehatan

Li Xiting menempati posisi kedua dalam daftar orang terkaya di Singapura 2026 dengan kekayaan sekitar 10,3 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp167,34 triliun, yang diperoleh dari bisnis alat kesehatan yang terus mengalami peningkatan permintaan secara global. Ia merupakan pendiri dan presiden Mindray Medical International Limited, perusahaan yang memproduksi berbagai perangkat medis yang digunakan di rumah sakit di banyak negara.
Pertumbuhan industri kesehatan yang semakin pesat, terutama setelah meningkatnya kesadaran akan pentingnya layanan medis berkualitas, turut mendorong peningkatan nilai perusahaan miliknya. Selain itu, inovasi produk yang terus dikembangkan Mindray membuat perusahaan ini tetap kompetitif di pasar internasional. Konsistensi Li Xiting dalam membangun bisnis berbasis teknologi kesehatan menjadi kunci utama kesuksesannya hingga saat ini.
3. Philip Ng mengandalkan bisnis properti keluarga

Philip Ng berada di posisi ketiga dengan kekayaan sekitar 7,1 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp115,35 triliun, yang sebagian besar berasal dari bisnis properti keluarga yang telah berkembang selama beberapa dekade. Ia merupakan salah satu tokoh penting di balik Far East Organization, perusahaan pengembang properti swasta terbesar di Singapura dengan portofolio yang sangat luas.
Perusahaan ini mengelola berbagai jenis properti, mulai dari hunian, perkantoran, hingga hotel dan pusat perbelanjaan yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Keberhasilan Philip Ng tidak hanya bergantung pada warisan keluarga, tetapi juga pada kemampuannya mempertahankan dan mengembangkan bisnis di tengah persaingan industri yang ketat. Stabilitas sektor properti di Singapura turut memperkuat posisinya dalam daftar miliarder.
4. Robert Ng melanjutkan dominasi bisnis properti

Robert Ng, saudara dari Philip Ng, menempati posisi keempat dengan kekayaan sekitar 6,9 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp112,1 triliun, yang juga bersumber dari bisnis properti keluarga melalui Far East Organization. Bersama saudaranya, ia berperan penting dalam mengelola dan memperluas bisnis properti yang telah menjadi salah satu pemain utama di Singapura.
Keberhasilan Robert Ng tidak terlepas dari strategi ekspansi yang terukur serta kemampuan membaca tren pasar properti yang terus berubah. Selain itu, pengelolaan aset yang efisien dan berkelanjutan membuat perusahaan tetap mampu menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Hal ini menjadikannya salah satu figur penting dalam industri real estat di kawasan Asia.
5. Zhang Yong sukses besar lewat bisnis kuliner global

Zhang Yong berada di posisi kelima dengan kekayaan sekitar 6,2 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp100,73 triliun, yang berasal dari kesuksesan jaringan restoran hotpot Haidilao yang telah mendunia. Ia dikenal sebagai pengusaha yang mampu mengubah bisnis kuliner menjadi brand global dengan pengalaman pelanggan yang unik dan berbeda.
Keberhasilan Haidilao tidak hanya terletak pada kualitas makanan, tetapi juga pada pelayanan yang inovatif dan interaktif, yang membuat pelanggan merasa lebih dihargai. Ekspansi ke berbagai negara juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai bisnisnya secara signifikan. Zhang Yong membuktikan bahwa industri makanan pun bisa menjadi sumber kekayaan besar jika dikelola dengan strategi yang tepat.
6. Forrest Li mengembangkan ekosistem digital Asia Tenggara

Forrest Li menempati posisi keenam dengan kekayaan sekitar 5 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp81,24 triliun, yang berasal dari bisnis teknologi digital melalui Sea Ltd yang menaungi Shopee, Garena, dan SeaMoney. Perusahaan ini menjadi salah satu pemain utama dalam industri e-commerce, game, dan layanan keuangan digital di Asia Tenggara.
Pertumbuhan pesat pengguna internet dan digitalisasi di kawasan ini menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan nilai bisnisnya. Forrest Li berhasil memanfaatkan peluang tersebut dengan membangun ekosistem digital yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Keberhasilannya menunjukkan bahwa sektor teknologi masih menjadi ladang besar untuk menciptakan kekayaan.
7. Jason Jiang kuat di industri periklanan digital

Jason Jiang berada di posisi ketujuh dengan kekayaan sekitar 4,5 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp73,11 triliun, yang diperoleh dari bisnis periklanan digital melalui perusahaan Focus Media. Ia fokus mengembangkan media iklan berbasis layar digital yang ditempatkan di ruang publik seperti gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan.
Perubahan perilaku konsumen yang semakin dekat dengan teknologi membuat model bisnis ini semakin relevan dan efektif. Jason Jiang mampu membaca tren tersebut dan mengembangkan strategi yang tepat untuk menjangkau audiens secara luas. Hal ini membuat bisnisnya terus tumbuh dan memperkuat posisinya dalam daftar orang terkaya di Singapura 2026.
Singapura terus menunjukkan diri sebagai salah satu pusat ekonomi dengan pertumbuhan miliarder yang sangat cepat di dunia. Daftar orang terkaya di Singapura 2026 ini memperlihatkan bahwa inovasi, konsistensi, dan keberanian mengambil peluang menjadi faktor utama dalam membangun kekayaan besar. Dari teknologi hingga kuliner, setiap sektor memiliki potensi yang sama untuk berkembang jika dikelola dengan strategi yang tepat.



















