Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ojol Wajib Beli Motor Listrik buat Kurangi Beban Subsidi? Ini Faktanya
Hoaks Menteri ESDM. (Tangkapan layar Instagram)

  • Klaim ojol wajib beli motor listrik beredar di medsos tanpa rujukan regulasi resmi.

  • Kementerian ESDM pastikan informasi tersebut hoaks dan tidak ada aturan yang mewajibkan ojol beralih ke motor listrik.

  • Cara menghindari informasi hoaks di media sosial dengan memeriksa sumber resmi dan media kredibel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Informasi yang menyebut pengemudi ojek online (ojol) wajib membeli motor listrik sendiri mulai tahun depan beredar di media sosial (medsos).

Klaim tersebut dikaitkan dengan upaya pemerintah mengurangi beban subsidi negara dan disertai foto Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Bagaimana faktanya?

1. Klaim ojol wajib beli motor listrik beredar di medsos

Ilustrasi ojol. (IDN Times/Sukma Shakti)

Informasi yang beredar menampilkan narasi bertuliskan “Tahun depan untuk ojol wajib beli motor listrik sendiri untuk mengurangi beban subsidi negara" sebagaimana diperlihatkan oleh akun Instagram Kementerian ESDM.

Dalam unggahan itu, foto Menteri ESDM digunakan seolah-olah menggambarkan pernyataan atau kebijakan resmi pemerintah. Namun, tidak disertai kutipan langsung maupun rujukan regulasi yang mendukung klaim tersebut.

2. Kementerian ESDM pastikan informasi tersebut hoaks

Klarifikasi hoaks Menteri ESDM. (Tangkapan layar Instagram)

Kementerian ESDM menegaskan informasi mengenai kewajiban pengemudi ojek online membeli motor listrik mulai tahun depan tidak benar. Tidak ada kebijakan, aturan, maupun pernyataan resmi dari Kementerian ESDM yang menyebutkan kewajiban tersebut.

Jadi, hingga saat ini, tidak ada aturan yang mewajibkan pengemudi ojek online beralih ke motor listrik untuk alasan pengurangan subsidi negara.

3. Cara menghindari informasi hoaks di media sosial

Ilustrasi hoaks (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Kemampuan memilah mana berita yang benar dan mana yang menyesatkan sangat penting. Lewat sikap kritis dan langkah sederhana, kita bisa terhindar dari jebakan informasi palsu.

Cara menghindari hoaks adalah memeriksa dari mana berita itu berasal. Jika informasi hanya muncul dari akun anonim atau pesan berantai, maka kebenarannya patut diragukan.

Sumber resmi dan media kredibel biasanya lebih bisa dipertanggungjawabkan. Akan lebih baik jika kita memilih media besar yang sudah terpercaya sebagai sumber berita.

Curated For You

Editorial Team

Related Article