Istana Tunggu Merger GOTO dan Grab untuk Terbitkan Perpres Ojol

- Grab sebut tidak ada pembicaraan merger
- Grab jelaskan strategi investasi perusahaan
- GoTo bantah merger dengan Grab
Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek online (ojol) masih menunggu proses merger Grab Indonesia dan PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO). Sebab, hal itu mempengaruhi isi Perpres Ojol.
"Perpres Ojol nanti aku cek dulu ya, karena kemarin diminta kepada teman-teman di Danantara untuk mempercepat prosesnya. Proses merger-nya, karena itu mempengaruhi perpres-nya," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).
1. Grab sebut tidak ada pembicaraan merger

Sebelumnya, Grab Indonesia angkat bicara perihal isu merger dengan PT GoTo Gojek Tokopedia (GoTo) yang kembali merebak beberapa waktu belakangan. Grab dengan tegas menyatakan tidak ada aksi korporasi tersebut untuk saat ini.
Pernyataan itu disampaikan Grab Holdings Limited kepada otoritas pasar modal Amerika Serikat (AS) dan ditegaskan melalui Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, kepada awak media akhir pekan lalu. Neneng mengungkapkan, laporan itu disampaikan ke United States Securities and Exchange Commission (SEC) pada Senin pekan lalu, dan informasinya dapat diakses langsung oleh publik.
"Kalau dilihat bahwa ada sejumlah laporan media kalau kita (Grab) terlibat diskusi untuk transaksi potensial dengan GoTo. Namun, kedua pihak saat ini tidak sedang melakukan pembicaraan apa pun, dan Grab belum menandatangani kesepakatan apa pun. Mudah-mudahan ini bisa menjawab bahwa tidak ada pembicaraan dan tidak ada agreement antara kami dan GoTo," tutur Neneng, dikutip Senin (16/6/2025) lalu.
2. Grab jelaskan strategi investasi perusahaan

Neneng menjelaskan, Grab tetap menjalankan strategi investasi secara hati-hati dengan menekankan pertumbuhan organik dan selektif terhadap peluang non-organik.
Kami akan terus menjaga standar yang tinggi dalam penggunaan modal kami, menerapkan pendekatan yang seimbang dalam berinvestasi untuk pertumbuhan organik yang menguntungkan, serta sangat selektif terhadap peluang non-organik sesuai dengan kerangka alokasi modal kami," ujar Neneng.
"Indonesia tetap menjadi negara yang penting dalam menjalankan misi kami, seiring kami terus memperhatikan pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra merchant kami di Indonesia," sambung dia.
3. GoTo bantah merger dengan Grab

GOTO juga telah membantah kabar yang menyebutkan bakal segera merampungkan proses merger dengan Grab. GoTo sendiri sebelumnya telah mengklarifikasi kabar tersebut pada pertengahan Maret lalu. Namun, kabar perihal merger dengan Grab kembali mengemuka dan memaksa GoTo untuk kembali memberikan klarifikasi lagi.
"Sebagaimana telah kami jelaskan pada keterbukaan yang kami sampaikan sebelumnya tertanggal 19 Maret 2025, belum ada kesepakatan antara Perseroan dengan pihak manapun untuk melakukan transaksi sebagaimana telah dispekulasikan di media massa," kata Corporate Secretary GoTo, RA Koesoemohadiani, dikutip dari keterbukaan informasi situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/5/2025).


















