Jakarta, IDN Times - Langkah organisasi negara pengekspor minyak, Rusia, dan produsen lainnya, yang dikenal sebagai OPEC+ yang memperpanjang pemotongan produksi justru membuat harga minyak jatuh.
Dilansir Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus, sempat kehilangan US$1,50 per barel atau 3,6 persen, menjadi ditutup pada US$40,80 per barel di London ICE Futures Exchange.
Sementara, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun US$1,36 atau 3,4 persen, menjadi menetap pada US$38,19 per barel di New York Mercantile Exchange.