ilustrasi openai (dok. OpenAI)
Sejumlah pengamat menilai kebijakan OpenAI untuk menampilkan iklan di ChatGPT berpotensi mengganggu kepercayaan pengguna, terutama bagi mereka yang menggunakan chatbot tersebut sebagai pendamping atau penasihat dalam pengambilan keputusan.
Direktur AI Governance Lab di Center for Democracy & Technology, Rumman Chowdhury Bogen, mengatakan bahwa langkah ini memiliki risiko besar karena alat seperti ChatGPT sangat bergantung pada kepercayaan pengguna.
“Ada banyak hal yang dipertaruhkan ketika alat itu berusaha memanfaatkan kepercayaan pengguna untuk menjual produk pengiklan,” ujarnya, dikutip 1News.
Selain itu, analis pasar memperingatkan bahwa iklan terasa terlalu komersial atau mengganggu pengalaman penggunaan, sebagian pengguna mungkin akan beralih ke layanan pesaing seperti Gemini milik Google atau chatbot lain yang mengusung konsep bebas iklan. Langkah OpenAI ini juga diperkirakan akan mendorong perusahaan pesaing untuk bersikap lebih transparan dalam menjelaskan strategi monetisasi mereka.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, OpenAI menegaskan bahwa percakapan pengguna tidak akan dibagikan kepada pengiklan, dan keberadaan iklan tidak akan memengaruhi keluaran yang dihasilkan ChatGPT.
“Kami akan mengumpulkan masukan dan terus menyempurnakan cara penayangan iklan, tetapi komitmen kami untuk mengutamakan pengguna dan menjaga kepercayaan tetap tidak berubah,” menurut pernyataan OpenAI.