Program pemilihan Partai Tisza menekankan pentingnya mengembalikan posisi Hungaria sebagai anggota Uni Eropa dan NATO yang kooperatif serta dapat diandalkan. Partai ini secara tegas menolak isolasi diplomatik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan berkomitmen untuk memperkuat hubungan dengan mitra-mitra Barat. Integrasi yang lebih dalam dengan aliansi keamanan transatlantik dipandang sebagai kunci utama untuk menjamin keamanan dan kemakmuran nasional, sebuah langkah yang sangat kontras dengan sikap konfrontatif pemerintah saat ini.
Dalam upaya memperkuat posisi di tingkat Eropa, Tisza berencana memulihkan hubungan bilateral dengan Polandia yang sempat merenggang melalui diplomasi profesional. Pakar kebijakan luar negeri Tisza, Anita Orbán, menekankan bahwa kerja sama regional harus menjadi prioritas dalam bingkai kepentingan nasional.
"Kita juga harus membangun kembali hubungan Polandia-Hungaria dan menjalankan diplomasi yang profesional dan bertanggung jawab," kata Orbán.
Meskipun mengusung visi pro-Eropa, Tisza tetap mempertahankan sikap kritis terhadap kebijakan Uni Eropa tertentu, termasuk rencana anggaran 2027 dan pakta migrasi wajib. Namun, partai ini menjanjikan pendekatan negosiasi yang lebih konstruktif daripada konfrontatif guna memastikan aliran dana pembangunan ke kas negara kembali lancar. Visi diplomasi ini pun mendapat sambutan hangat dari publik, sebagaimana tercermin dalam jajak pendapat yang menunjukkan keunggulan signifikan Tisza atas partai penguasa.